fin.co.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera.
Hingga Sabtu, 20 Desember 2025 sore, jumlah korban terus bertambah dengan dampak yang semakin luas.
Dalam laporan resmi yang dipantau dari laman BNPB, bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sejak akhir November 2025 ini telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar.
“Meninggal 1.071 jiwa, hilang 185 jiwa, terluka 7 ribu jiwa,” demikian keterangan BNPB.
Angka tersebut menjadikan bencana banjir dan longsor di Sumatera sebagai salah satu bencana paling mematikan sepanjang 2025, dengan dampak kemanusiaan yang sangat serius.
BNPB merinci bahwa korban banjir bandang dan tanah longsor tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Aceh Paling Banyak Korban Jiwa
Di Provinsi Aceh, BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 455 jiwa. Selain itu, terdapat 30 orang dinyatakan hilang, sementara sekitar 4.300 orang mengalami luka-luka akibat bencana.
Aceh menjadi wilayah dengan korban jiwa tertinggi, mengingat intensitas hujan ekstrem dan kondisi geografis yang rentan terhadap longsor.
Sumatera Barat
Sementara itu, di Sumatera Barat, BNPB melaporkan 247 korban meninggal dunia, 84 orang hilang, dan 382 orang terluka. Sejumlah wilayah di Sumbar mengalami banjir bandang disertai longsor yang memutus akses jalan dan menyulitkan proses evakuasi.
Sumatera Utara
Adapun di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal tercatat 369 jiwa, dengan 71 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 2.300 orang mengalami luka-luka.