Nasional . 21/12/2025, 12:09 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Banyuwangi bukan cuma merayakan hari jadi. Kota di ujung timur Pulau Jawa ini juga menunjukkan empati kelas atas. Dalam rangka peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254, Band Kotak menggelar konser kemanusiaan yang langsung mencuri perhatian publik. Acara yang berlangsung di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu), Sabtu malam, 20 Desember 2025, berubah menjadi momentum solidaritas untuk korban bencana di Sumatera.
Bukan konser biasa, bukan pula sekadar hiburan. Sejak awal, Kotak sudah menegaskan bahwa mereka datang membawa misi sosial. Tantri Syalindri Ichlasari bersama Cella dan Chua membuka konser dengan pernyataan yang langsung membuat suasana haru. Mereka memastikan sebagian pendapatan konser malam itu akan mengalir untuk membantu para korban bencana alam di Sumatera.
“Konser Kotak malam ini di Banyuwangi sebagian pendapatan kami akan didonasikan untuk teman-teman yang ada di sana (Sumatera). Bismillah, niat kita yang baik ini akan menjadi hal baik untuk mereka semua,” ujar Tantri di hadapan ribuan penonton.
Tak berhenti pada donasi, Tantri juga mengajak seluruh penonton untuk sejenak menundukkan kepala dan berdoa bersama. Ia meyakini energi positif dari doa kolektif bisa sampai kepada para korban bencana.
“Malam hari ini kita berdoa bersama. Kita doakan karena saya yakin energi doa kita sampai pada mereka,” ucapnya.
Ajakan sederhana itu justru menjadi penguat emosi malam itu. Musik, doa, dan empati menyatu dalam satu panggung. Bagi Kotak, langkah ini lahir dari rasa hormat terhadap semangat warga Banyuwangi yang menunjukkan kepedulian tinggi kepada sesama, terutama mereka yang sedang tertimpa musibah.
Momentum konser kemanusiaan ini juga beriringan dengan penyerahan bantuan bertajuk “ASN Banyuwangi Berbagi”. Program ini berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Hasilnya tidak main-main.
Dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp500 juta. Dana tersebut akan disalurkan untuk dua fokus utama, yaitu membantu warga pra-sejahtera di Banyuwangi serta korban bencana alam di Sumatera.
Penyaluran bantuan untuk korban bencana Sumatera akan dilakukan melalui Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Sumatera. Organisasi ini aktif menyalurkan bantuan langsung ke lokasi terdampak, sehingga donasi bisa sampai lebih cepat dan tepat sasaran.
Antusiasme tidak hanya datang dari atas panggung dan jajaran ASN. Penonton yang memadati Gesibu juga ikut ambil bagian. Selama konser berlangsung, Baznas mengoordinasikan pengumpulan donasi dari para penonton.
Hasilnya, terkumpul tambahan dana sebesar Rp8,5 juta. Angka ini mungkin terlihat kecil dibanding total donasi ASN, tetapi punya makna besar. Setiap rupiah mencerminkan kepedulian dan empati publik yang hadir langsung di lokasi.
Melihat respons tersebut, Tantri tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media