Bahlil Klaim Stok BBM, LPG, dan Listrik Nasional Aman Selama Nataru

news.fin.co.id - 22/12/2025, 20:28 WIB

Bahlil Klaim Stok BBM, LPG, dan Listrik Nasional Aman Selama Nataru

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Dimas Rafi

fin.co.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pasokan energi nasional tetap dalam kondisi terjaga selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Ketersediaan energi tersebut mencakup Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), hingga kelistrikan.

Menurut Bahlil, meskipun Indonesia saat ini menghadapi bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pemerintah memastikan distribusi serta cadangan energi nasional masih berada dalam kendali yang aman.

"Kita sama-sama tahu bahwa kondisi Nataru di 2025 ini berbeda dengan Nataru sebelumnya karena kita kena musibah bencana di Sumatra. Hampir sebagian besar energi kita tersita betul, tetapi untuk kebutuhan nasional tetap aman," kata Bahlil, Senin, 22 Desember 2025.

Ia menyampaikan bahwa Kementerian ESDM telah menetapkan empat prioritas utama dalam pengamanan energi selama masa Nataru. Fokus tersebut meliputi ketersediaan BBM, LPG, sistem ketenagalistrikan, serta mitigasi risiko geologi seperti potensi pergerakan tanah.

Advertisement

Berdasarkan data Kementerian ESDM, kondisi stok BBM nasional dinilai cukup aman. Persediaan Pertalite (RON 90) tercatat sekitar 1.567.490 kiloliter (KL) dengan ketahanan hingga 19 hari. Sementara itu, Pertamax (RON 92) tersedia sebanyak 664.108 KL atau mencukupi untuk sekitar 23 hari.

Untuk jenis BBM berkualitas tinggi, yakni Pertamax Green (RON 95) dan Pertamax Turbo (RON 98), stok berada di kisaran 78.313 KL dengan ketahanan mencapai 31 hari.

Sementara itu, solar subsidi (CN 48) tercatat sebanyak 1.542.849 KL dengan daya tahan sekitar 15 hari. Adapun solar non-subsidi (CN 53) mencapai 52.655 KL atau setara 25 hari. Selain itu, ketersediaan kerosene berada di angka 36.376 KL dengan ketahanan 27 hari, sedangkan avtur tercatat sekitar 426.852 KL yang cukup untuk 29 hari kebutuhan penerbangan.

Untuk sektor LPG, stok nasional mencapai 314.394 metric ton (MT). Dengan kebutuhan harian rata-rata atau Daily Objective Throughput (DOT) sebesar 25.832 MT per hari, ketahanan LPG nasional berada pada kisaran 12,17 hari.

Di subsektor ketenagalistrikan, Bahlil memastikan sistem kelistrikan nasional selama periode Nataru diproyeksikan tetap aman. Data per 17 Desember 2025 menunjukkan dari 24 sistem kelistrikan yang dipantau, sebanyak 20 sistem berada dalam kondisi normal dan empat sistem berstatus siaga, tanpa adanya sistem yang mengalami defisit.

Beban puncak listrik nasional tercatat mencapai 46.493,35 megawatt (MW), sementara daya mampu pasok berada di level 56.164,82 MW. Dengan demikian, masih tersedia cadangan daya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur panjang.

Terkait potensi bencana geologi, Bahlil mengingatkan bahwa musim hujan yang masih berlangsung dapat memicu pergerakan tanah di beberapa wilayah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi sejak dini.

"Sekarang masih musim hujan dan cuaca tidak menentu. Ini memang berpotensi terjadi, tetapi kalau kita mitigasi dari awal, Insya Allah bisa kita kendalikan," pungkas Bahlil.

Dimas Rafi/Disway

Advertisement
Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID