Tak hanya itu, Presiden juga mendorong keterlibatan kalangan akademisi, khususnya fakultas arsitektur dan perencanaan wilayah.
“Panggil semua fakultas arsitektur. Bantu bupati, bantu wali kota, bantu gubernur bikin master plan ibu kota provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Prabowo.
Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah dan akademisi akan menghasilkan perencanaan kota yang ilmiah, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat.
Menurut Prabowo, banyak daerah berkembang tanpa perencanaan matang sehingga berujung pada kemacetan, kawasan kumuh, dan ketimpangan tata ruang. Karena itu, penyusunan master plan pembangunan kota dan desa dinilai mutlak diperlukan.
“Bikin kota yang bersih, indah, dan asri. Dampaknya nanti akan luar biasa,” tegasnya.
Penataan kota yang terencana diyakini akan:
-
Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
-
Meningkatkan nilai properti dan investasi
-
Memperkuat sektor pariwisata
-
Meningkatkan kualitas hidup masyarakat
Di akhir sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa seluruh kebijakan pembangunan bermuara pada satu tujuan sederhana, yakni membahagiakan rakyat kecil.
“Kita ubah Indonesia menjadi the Beautiful Indonesia. Tugas pemimpin itu sederhana: membuat wong cilik iso gemuyu, orang kecil bisa tersenyum. Itu tandanya mereka hidup layak,” pungkas Prabowo.