“Data TKA menjadi titik awal untuk perbaikan, bukan titik akhir. Hasilnya akan digunakan untuk memperkuat pembelajaran mendalam, penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar,” jelasnya.
Penilaian TKA menggunakan pendekatan yang mempertimbangkan tingkat kesulitan dan karakteristik soal, sehingga hasil yang diperoleh lebih informatif dan adil.
Setiap murid nantinya akan menerima hasil disertai deskripsi capaian, yang dapat digunakan oleh guru dan sekolah sebagai panduan peningkatan kompetensi.
Melalui pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026 yang terintegrasi dengan Asesmen Nasional, pemerintah berharap fondasi pembelajaran sejak dini dapat diperkuat secara sistemik dan berkelanjutan.
Kemendikdasmen menargetkan hasil TKA mampu menjadi dasar pengambilan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat sekolah, daerah, maupun nasional.