KPK Incar Aset Rahasia Ridwan Kamil! Harta Tak Terlapor di LHKPN Kini Terdeteksi Penyidik

news.fin.co.id - 24/12/2025, 20:09 WIB

KPK Incar Aset Rahasia Ridwan Kamil! Harta Tak Terlapor di LHKPN Kini Terdeteksi Penyidik

Ridwan Kamil usai diperiksa KPK - Fajar Ilman -

fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari lembaga antirasuah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah memburu deretan aset milik mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), yang diduga kuat belum masuk dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Kamu pasti tidak menyangka, di balik populernya sosok RK, penyidik justru menemukan indikasi adanya harta tersembunyi yang sumber perolehannya masih menjadi tanda tanya besar.

Penyidik KPK bergerak cepat melakukan pendalaman terhadap kekayaan RK yang selama ini tidak muncul di radar laporan resmi. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa tim penyidik sudah mendeteksi keberadaan aset-aset tersebut. Hal ini tentu menghebohkan publik, mengingat transparansi pejabat negara merupakan hal yang paling masyarakat soroti saat ini.

Properti di Bandung Hingga Luar Kota Masuk Radar KPK

KPK mengungkapkan bahwa aset yang mereka incar bukanlah barang kecil. Penyidik menemukan adanya aset tidak bergerak alias properti yang lokasinya tersebar di beberapa wilayah strategis. "Ada sejumlah aset, di antaranya aset-aset tidak bergerak yang berada di sejumlah lokasi dan itu juga sudah terdeteksi oleh penyidik KPK," ujar Budi Prasetyo kepada wartawan pada Rabu, 24 Desember 2025.

Advertisement

Lokasi harta rahasia ini ternyata sangat luas. Budi menyebutkan bahwa aset-aset tersebut berada di wilayah Bandung dan bahkan merambah hingga ke luar wilayah Bandung. Fakta ini tentu memicu kecurigaan bahwa ada upaya sistematis untuk menyimpan kekayaan di lokasi yang berbeda agar sulit terpantau oleh publik.

Bukan Cuma Tanah, Bisnis Tersembunyi Juga Sedang Ditelusuri

Penyidik KPK tidak hanya fokus pada tanah atau bangunan saja. Tim di lapangan juga tengah menelusuri dugaan kepemilikan unit usaha yang Ridwan Kamil miliki namun tidak tercantum dalam laporan kekayaannya. Kepemilikan bisnis yang tidak transparan sering kali menjadi modus bagi oknum pejabat untuk mencuci dana atau mendapatkan keuntungan di luar penghasilan resminya.

KPK menegaskan bahwa mereka akan terus menggali lebih dalam untuk menemukan dari mana sumber dana pembangunan atau pembelian aset-aset mewah tersebut. Penelusuran ini menjadi krusial untuk memastikan apakah harta tersebut murni dari pendapatan sah atau ada kaitannya dengan kebijakan-kebijakan strategis saat RK masih memegang tampuk kekuasaan sebagai orang nomor satu di Jawa Barat.

Kaitan Dengan Skandal Korupsi Iklan Bank BUMD Jawa Barat Senilai Rp222 Miliar

Langkah agresif KPK ini ternyata berkaitan erat dengan kasus besar yang sedang bergulir. Mantan Gubernur Jawa Barat ini diduga terlibat dalam skandal korupsi pengadaan iklan di Bank BUMD Jawa Barat. Kasus ini bukan main-main karena proyek iklan tersebut mencatatkan kerugian negara yang fantastis.

Dari total anggaran proyek sebesar Rp409 miliar, penyidik menduga kerugian negara mencapai Rp222 miliar. Modusnya pun sangat rapi, di mana sebagian besar anggaran iklan tersebut diduga bersifat fiktif. Inilah yang membuat KPK curiga bahwa aliran dana dari proyek "gelap" tersebut mengalir ke kantong-kantong pribadi dalam bentuk aset tidak bergerak maupun investasi usaha.

Integritas Pejabat Dipertaruhkan: KPK Janji Usut Tuntas Sumber Dana

Penelusuran sumber perolehan aset menjadi prioritas utama KPK saat ini. Budi Prasetyo menegaskan bahwa lembaga antirasuah ini tidak akan berhenti sampai menemukan benang merah antara aset yang tidak terlapor dengan potensi penyalahgunaan wewenang. KPK ingin memastikan setiap rupiah kekayaan penyelenggara negara dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Advertisement

Masyarakat kini menantikan kejelasan mengenai harta-harta yang terdeteksi di Bandung dan wilayah lainnya tersebut. Jika terbukti ada aset yang sengaja disembunyikan dari LHKPN, maka ini akan menjadi pukulan telak bagi reputasi Ridwan Kamil di kancah politik nasional. KPK berjanji akan memberikan informasi terbaru seiring dengan berjalannya proses validasi data dan bukti di lapangan. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID