fin.co.id - Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan melakukan pemantauan langsung malam misa Natal di Gereja Katolik Paroki Santa Odelia Citra Raya, Kabupaten Tangerang, Rabu 24 Desember 2025 malam.
Selama kunjungan, dia juga memeriksa situasi pengamanan di pos pantau atau posko terpadu yang didirikan di kawasan Citra Raya.
Dari pantauan, hadir juga jajaran Forkopimda Provinsi Banten, antara lain Wakajati Banten, anggota Komisi 5 DPR Provinsi Banten, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Tangerang tak terkecuali Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.
6.000 Jemaat Hadir di Santa Odelia
Kunjungan pertama mengarah ke tempat ibadah, di mana Wakapolda dan rombongan menyapa warga serta jemaat yang sedang melaksanakan ibadah, merayakan Natal, dan menyongsong Tahun Baru 2026. Menurut informasi ada sekitar 6.000 jemaat yang hadir di gereja tersebut.
"Sebelum ibadah dimulai, kita sudah menerjunkan tim dari Brimob untuk memeriksa seputaran 19 tempat ibadah di wilayah Banten," ungkap Hendra.
Dia menambahkan, tim juga mengecek kesiapan posko terpadu agar pengamanan dapat berjalan baik, bekerja sama dengan berbagai instansi terkait antara Polri dan Forkopimda.
"Semoga insya Allah pelaksanaan ibadah malam Natal ini aman semuanya," harapnya.
Pesan Kebahagiaan dan Jaminan Keamanan
Selain menyapa jemaat, Wakapolda Banten juga mengucapkan selamat Natal dan menyampaikan kebahagiaan kepada masyarakat, khususnya umat Kristiani. Dia menegaskan, Forkopimda Provinsi Banten berkomitmen untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama perayaan malam Natal, Hari Raya Natal, hingga menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2026 di seluruh wilayah Banten.
Tiga Poin Penting: Pembatasan Kembang Api, Arus Merak, dan Empati Bencana Sumatera
Dalam kesempatan itu, ia juga mengemukakan tiga poin penting terkait perayaan Natal-Tahun Baru. Pertama, terkait pembatasan lepas kembang api yang mana beberapa kepala daerah di Banten telah mengeluarkan Surat Perintah (SP) tentang pembatasan kegiatan dan lepas kembang api.
"Hal ini semata-mata sebagai bentuk empati kepada warga Sumatera yang sedang mengalami bencana. Kita turut berbagi dan mendukung proses pemulihan mereka," jelasnya.
Mengenai arus Penyeberangan di Pelabuhan Merak, kata dia, beberapa hari yang lalu memang terjadi penumpukan akibat cuaca buruk dengan ombak tinggi yang membuat kapal sulit merapat.
Namun, Hendra memastikan bahwa pihak berwenang sudah menyiapkan berbagai skenario dan tempat-tempat penyeberangan terencana.