Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan mengalami peningkatan intensitas hujan dari kategori sedang hingga lebat, khususnya memasuki akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
4. Kalimantan Barat
Kalimantan Barat berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan kontur tanah labil.
5. Sulawesi Selatan
Wilayah Sulawesi Selatan berpeluang mengalami hujan lebat lokal yang dapat disertai angin kencang, khususnya di daerah pesisir dan dataran rendah yang rawan genangan.
6. Papua Selatan
BMKG memprakirakan Papua Selatan mengalami hujan sedang hingga lebat dengan potensi cuaca ekstrem berskala lokal. Masyarakat diimbau mewaspadai peningkatan debit sungai dan longsor.
7. Laut Arafura
Selain daratan, wilayah perairan seperti Laut Arafura juga perlu diwaspadai. BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi akibat peningkatan aktivitas atmosfer yang berisiko bagi nelayan dan pelaku pelayaran.
Periode Penurunan dan Peningkatan Hujan
BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem akan menurun sementara pada periode 23–29 Desember 2025. Namun, masyarakat tidak boleh lengah karena hujan diperkirakan meningkat kembali mulai 29 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Peningkatan ini dipicu oleh kembali aktifnya sirkulasi siklonik dan area tekanan rendah di sekitar wilayah Indonesia, yang berpotensi memperkuat pembentukan awan hujan.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk:
-
Selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG
-
Menghindari aktivitas berisiko saat hujan lebat dan angin kencang
-
Waspada terhadap banjir, longsor, dan pohon tumbang
-
Nelayan dan pelaku pelayaran diminta memperhatikan peringatan gelombang tinggi