Dedi Mulyadi Soroti Penangkapan Seorang Siswa di Garut Oleh Densus 88 Terkait Dugaan Radikalisme

news.fin.co.id - 25/12/2025, 18:44 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Penangkapan Seorang Siswa di Garut Oleh Densus 88 Terkait Dugaan Radikalisme

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM). Foto: Fajar Ilman

fin.co.id - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali melakukan operasi penggeledahan di wilayah Jawa Barat. Kali ini, sebuah rumah di kawasan perumahan Kabupaten Garut digeledah oleh aparat pada Selasa 23 Desember 2025 tengah malam.

Proses penggeledahan berlangsung cukup lama, yakni sekitar empat jam, dan dilaporkan satu orang diamankan untuk dimintai keterangan.

Langkah aparat ini diduga berkaitan dengan pengembangan penyelidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta serta dugaan paparan paham radikal terhadap anak di bawah umur.

Advertisement

Meski demikian, hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi secara rinci terkait status hukum orang yang diamankan maupun temuan dalam penggeledahan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan dilakukan oleh petugas Densus 88 yang mengenakan seragam hitam dan bersenjata lengkap.

Sejumlah kendaraan taktis, termasuk mobil Barakuda, terlihat berada di sekitar lokasi rumah yang digeledah.

Kehadiran aparat dengan pengamanan ketat ini sempat menarik perhatian warga sekitar, mengingat waktu penggeledahan yang dilakukan larut malam hingga dini hari.

Meski situasi terpantau aman dan terkendali, warga mengaku sempat merasa tegang saat operasi berlangsung.

Kasat Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Joko Prihatin, membenarkan adanya kegiatan penggeledahan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pihak Polres Garut hanya melakukan pendampingan di lapangan.

“Kami hanya melakukan pendampingan saja. Ranahnya Densus 88 untuk menyampaikan,” ujar Joko Prihatin singkat.

Diduga Terkait Ledakan SMAN 72 Jakarta

Advertisement

Sumber yang mengetahui perkembangan kasus menyebutkan bahwa penggeledahan ini berkaitan dengan dugaan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. Selain itu, aparat juga menelusuri adanya indikasi paparan paham radikal terhadap anak di bawah umur.

Isu keterlibatan anak dalam jaringan atau aktivitas yang berbau radikalisme menjadi perhatian serius aparat keamanan. Densus 88 diketahui tidak hanya menindak pelaku teror, tetapi juga melakukan pendekatan pencegahan dan deradikalisasi, terutama jika yang terpapar merupakan anak atau remaja.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID