fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari Istana! Presiden Prabowo Subianto membuat keputusan yang tidak biasa untuk menutup tahun 2025. Alih-alih merayakan kemeriahan malam pergantian tahun di ibu kota, orang nomor satu di Indonesia ini memilih untuk terbang menuju wilayah terdampak bencana di Sumatera. Langkah ini menunjukkan sinyal kuat bahwa pemerintah ingin menunjukkan kehadiran nyata di tengah penderitaan rakyat pada momen krusial tersebut.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengonfirmasi kabar agenda besar ini saat berada di Halim Perdanakusuma, Senin (29/12/2025). Prasetyo menyebut bahwa Presiden memang berencana merayakan Tahun Baru 2026 langsung di daerah bencana guna memantau situasi secara langsung. Keputusan ini sontak menjadi buah bibir karena jarang sekali seorang pemimpin negara memilih zona bencana sebagai lokasi malam pergantian tahun.
Komitmen Pantau Aceh, Sumut, dan Sumbar Setiap Pekan
Rencana kunjungan tahun baru ini sebenarnya bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian penuh pada pemulihan wilayah Sumatera pasca bencana. Dalam arahannya kepada jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka pada 15 Desember lalu, ia berjanji akan meninjau perkembangan di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) secara rutin.
"Rencananya saya akan segera ke sana lagi. Saya merencanakan minimal seminggu sekali akan saya lihat daerah itu untuk memantau perkembangan," tegas Prabowo. Konsistensi inilah yang membawa Presiden kembali ke tanah Sumatera saat orang lain sedang bersiap untuk berpesta merayakan tahun baru. Bagi Prabowo, memastikan rakyat yang terkena musibah mendapatkan bantuan dan pemulihan adalah prioritas yang tidak bisa ditunda.
Bukan Kerja Sendiri, Prabowo Puji Gotong Royong Kabinet Merah Putih
Meskipun namanya terus mendapat pujian dari masyarakat di lokasi bencana, Prabowo tetap rendah hati. Ia menekankan bahwa keberhasilan penanganan bencana di Sumatera sejauh ini merupakan buah dari kolaborasi masif. Ia tidak ingin mengklaim pencapaian tersebut sebagai hasil kerja individu, melainkan kerja keras kolektif seluruh elemen bangsa.
Prabowo mengapresiasi jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pemerintah daerah, hingga para relawan yang terjun langsung ke lapangan. Bahkan, ia memberikan penghormatan khusus kepada petugas yang telah mempertaruhkan nyawa, termasuk anggota yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. "Itu sesungguhnya bukan hasil saya. Itu adalah hasil kerja sama kita semua," ujar Prabowo saat menanggapi video ucapan terima kasih dari warga terdampak.
Kehadiran Pemerintah Pusat di Tengah Rakyat: Risiko Seorang Pemimpin
Prabowo sangat memahami psikologi masyarakat Indonesia. Menurutnya, wajar jika rakyat mengidentikkan kehadiran bantuan pemerintah dengan sosok Presidennya. Namun, ia juga sadar bahwa posisi tersebut bak dua sisi mata uang. Jika bantuan berjalan lancar, rakyat berterima kasih kepada Presiden, namun jika ada masalah, tanggung jawab penuh juga jatuh ke pundaknya.
"Rakyat kita sederhana. Kalau Pemerintah Pusat hadir, pasti mereka tahunya ini Bapak Prabowo, Bapak Presiden. Sebaliknya kalau enggak ada yang beres, ya Bapak Presiden juga yang tanggung jawab. Jadi, itu risiko seorang pemimpin," pungkasnya. Mentalitas ini yang mendorongnya untuk terus hadir di lapangan guna memastikan setiap kebijakan di pusat benar-benar terealisasi hingga ke pelosok desa di Sumatera.
Agenda Kunjungan Kerja Tahun Baru: Apa Saja yang Akan Ditinjau?
Banyak yang memprediksi kunjungan Presiden pada malam tahun baru ini akan fokus pada percepatan rehabilitasi infrastruktur dan penyaluran logistik bagi para korban. Dengan kehadiran langsung Presiden, birokrasi biasanya akan bergerak lebih cepat dan hambatan di lapangan bisa langsung mendapatkan solusi di tempat.
Kawasan Aceh, Sumut, dan Sumbar memang menjadi fokus utama karena skala dampak bencana yang cukup luas. Publik kini menanti daerah mana yang akan menjadi titik utama perayaan tahun baru sang Presiden. Apakah langkah berani Prabowo ini akan memicu gelombang dukungan baru bagi Kabinet Merah Putih di awal tahun 2026? Kita pantau terus perkembangannya.