fin.co.id – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri membeberkan capaian kinerja sekaligus berbagai tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025. Paparan tersebut disampaikan dalam agenda rilis akhir tahun yang berlangsung di Polda Metro Jaya, Rabu, 31 Desember 2025.
Dalam pemaparannya, Asep menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan demokrasi masyarakat dan ketertiban umum. Menurutnya, hak warga untuk menyampaikan aspirasi harus tetap dihormati, namun tidak boleh mengganggu keselamatan serta aktivitas masyarakat luas.
"Prinsip utama kali kali adalah tidak hanya menjaga keseimbangan karena hak warga adalah menyampaikan aspirasi, namun ketertiban umum, selamatan dan aktivitas masyarakat lainnya juga harus tetap terjaga," katanya.
Di sektor lalu lintas, Asep mengungkapkan bahwa angka kecelakaan sepanjang 2025 masih tergolong tinggi. Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 13.180 peristiwa kecelakaan lalu lintas, dengan korban meninggal dunia mencapai 740 orang dan korban luka-luka sebanyak 16.038 orang.
"Pada aspek lalu lintas yang menjadi denyut harian wilayah kita sepanjang tahun 2025 13.180 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia sebanyak 740 orang, dan korban luka-luka sebanyak 16.038 orang. Angka yang cukup tinggi," ungkapnya.
Untuk menekan angka tersebut, kepolisian menerapkan berbagai upaya, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga penegakan hukum berbasis teknologi.
"Untuk menekan risiko kami melakukan rekayasa lalu lintas dan penegakan hukum berbasis teknologi termasuk melalui sistem elektronik. Jumlah tilang dan teguran sebanyak 893 kali," jelasnya.
Dalam bidang penegakan hukum, Asep menilai pola kejahatan saat ini semakin berkembang dan dinamis, baik kejahatan jalanan maupun kejahatan konvensional lainnya.
"Pada aspek penegakan hukum kami mendapatkan perubahan modus yang semakin cepat, termasuk kejahatan jalanan, maupun kejahatan konvernsional," ungkapnya.
Sepanjang 2025, pengungkapan kasus kriminal umum tercatat cukup signifikan dengan total 2.425 perkara yang berhasil ditangani.
"Sepanjang tahun 2025 pengungkapan perkara bidang kriminal umum mencapai 2.425 perkara," pungkasnya.
Sementara itu, untuk kasus narkotika, Polda Metro Jaya menangani 7.426 perkara dengan jumlah tersangka mencapai 9.894 orang. Penindakan, kata Asep, terus dilakukan hingga menjelang akhir tahun.
"Sebagai penegasan, hingga menjelang momen akhir tahun penindakan peredaran narkotika tetap kami lakukan, salah satu pengungkapannya adalah 100,31 kg sabu jaringan internasional Asia Tenggara oleh Polres Metro Jakarta Pusat," tegasnya.
Selain kejahatan konvensional dan narkotika, Asep juga menyoroti meningkatnya ancaman kejahatan siber. Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya menerima dan menangani sekitar 2.600 laporan kejahatan siber, yang didominasi kasus penipuan dan akses ilegal.
"Termasuk judi online yang dampak nyata bagi keluarga dan pertahanan nasional," imbuhnya.