AS Siap Turun Tangan Jika Iran Tembaki Demonstran

news.fin.co.id - 02/01/2026, 17:21 WIB

AS Siap Turun Tangan Jika Iran Tembaki Demonstran

Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu

fin.co.id - Amerika Serikat menyatakan kesiapannya untuk turun tangan jika Iran melakukan tindakan represif terhadap demonstran damai. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump melalui akun media sosialnya.

Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan tinggal diam jika Iran kembali menunjukkan kebiasaannya menembak dan membunuh para pengunjuk rasa secara brutal. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat dalam kondisi siaga dan siap untuk bertindak demi melindungi para demonstran.

Laporan terkini dari Kantor Berita semi-resmi Iran Fars dan kelompok hak asasi manusia Hengaw mengindikasikan adanya korban jiwa dalam bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Insiden memilukan dilaporkan terjadi di beberapa kota, menelan korban jiwa.

Dua orang tewas di kota Lordegan, Iran barat daya. Sementara itu, tiga korban jiwa lainnya dilaporkan di kota Azna, dan satu orang di Kuhdasht. Angka ini menambah kekhawatiran atas eskalasi kekerasan.

Advertisement

Menurut laporan Fars yang mengutip seorang pejabat lokal yang enggan disebutkan namanya, lebih dari 150 orang berkumpul di wilayah Chaharmahal dan Bakhtiari, Lordegan. Massa meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah dan melakukan pelemparan batu ke arah bangunan publik.

"Pasca intervensi kepolisian, sebagian demonstran justru melepaskan tembakan ke arah petugas keamanan, menyebabkan beberapa petugas terluka. Insiden bentrokan ini mengakibatkan dua orang tewas," ujar pejabat tersebut, memberikan gambaran situasi yang mencekam.

Gejolak protes sendiri mulai merebak sejak 28 Desember di Grand Bazaar Teheran. Akar masalahnya adalah pelemahan tajam nilai tukar rial Iran terhadap mata uang asing serta memburuknya kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Demonstrasi ini kemudian meluas ke berbagai kota lain di seluruh penjuru negeri, menunjukkan skala ketidakpuasan publik yang semakin membesar terhadap situasi ekonomi dan pemerintahan.

Bahkan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui adanya ketidakpuasan masyarakat. Ia menekankan bahwa pemerintah memikul tanggung jawab atas masalah ekonomi yang sedang dihadapi dan mengimbau para pejabat untuk tidak mencari kambing hitam pada kekuatan eksternal seperti Amerika Serikat.

```

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID