fin.co.id - Perayaan malam Tahun Baru 2026 yang seharusnya menjadi momen penuh suka cita justru berubah menjadi tragedi di sejumlah negara Eropa.
Serangkaian kebakaran, kecelakaan kembang api, serta insiden keamanan dilaporkan menewaskan banyak orang dan melukai puluhan lainnya, menurut keterangan pejabat setempat pada Kamis 1 Januari 2026.
Insiden paling mematikan terjadi di Swiss, sementara peristiwa serupa juga tercatat di Polandia, Belanda, Jerman, dan Belgia.
Aparat di berbagai negara kini meningkatkan pengamanan serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti dari rangkaian kejadian tersebut.
Tragedi terbesar terjadi di Crans-Montana, Swiss, setelah kebakaran hebat melanda Bar Constellation saat perayaan pergantian tahun berlangsung.
Insiden ini menewaskan sekitar 40 orang dan melukai sedikitnya 115 orang, dengan banyak korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Otoritas setempat masih melakukan:
-
Identifikasi korban
-
Penelusuran penyebab kebakaran
-
Investigasi kemungkinan kelalaian atau faktor teknis
Pemerintah Swiss juga menggandeng otoritas dari Italia, Prancis, dan Turki, mengingat sejumlah korban diketahui merupakan warga negara asing yang tengah merayakan liburan akhir tahun.
“Kami masih bekerja sepanjang waktu untuk memastikan identitas para korban dan memberikan dukungan maksimal bagi keluarga yang terdampak,” ujar salah satu pejabat setempat.
Di Polandia, malam Tahun Baru diwarnai dua kebakaran rumah terpisah:
-
Swinna Poreba: seorang pria dilaporkan tewas
-
Sarny Wielkie: seorang perempuan menjadi korban jiwa
Selain itu, kebakaran di loteng sebuah hotel di wilayah barat laut Polandia memaksa 19 orang dievakuasi, menurut laporan TVP World.
Kepolisian Polandia mencatat: