Zelenskyy Surati Putin: Ajukan Gencatan Senjata Total dan Pertemuan Tatap Muka Demi Akhiri Perang

news.fin.co.id - 05/06/2026, 17:41 WIB

Zelenskyy Surati Putin: Ajukan Gencatan Senjata Total dan Pertemuan Tatap Muka Demi Akhiri Perang

Zelenskyy surati Putin ajak gencatan senjata penuh & pertemuan tatap muka.

fin.co.id — Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengambil langkah langka dengan mengirimkan surat terbuka langsung kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Lewat pesan tertulis tersebut, Zelenskyy menyerukan pada sang pemimpin Kremlin untuk melakukan pertemuan tatap muka. Langkah ini mencuat tepat setelah Vladimir Putin mengakui bahwa Moskow harus memperkuat sistem pertahanan udara mereka akibat rentetan serangan dari pihak Ukraina.

Zelenskyy menerbitkan surat terbuka ini hanya berselang sehari setelah pesawat tanpa awak (drone) Ukraina menggempur Saint Petersburg. Kota kelahiran Putin tersebut kebetulan sedang menjadi tuan rumah agenda forum ekonomi internasional besar pada minggu ini.

Melalui suratnya, pemimpin Ukraina tersebut menegaskan niatnya untuk menyelesaikan konflik berdarah ini lewat jalur diplomasi langsung.

Advertisement

"Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui keterlibatan langsung antara kita - dan Anda. Saya mengusulkan sebuah pertemuan," kata Zelenskyy dalam surat tersebut.

"Saya mengusulkan untuk menetapkan tanggal yang jelas untuk pertemuan tersebut," katanya.

"Ukraina siap untuk gencatan senjata penuh selama negosiasi berlangsung," tambahnya.

Zelenskyy meyakini bahwa hanya dialog empat mata dengan mantan mata-mata KGB tersebut yang mampu menghasilkan kesepakatan konkret mengenai sengketa wilayah. Namun, ia secara tegas menolak opsi untuk bertemu di ibu kota Rusia.

Respons Kremlin dan Keraguan Putin atas Legitimasi Zelenskyy

Pihak Kremlin menyatakan bahwa Vladimir Putin belum membaca surat terbuka tersebut secara langsung. Meski demikian, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, langsung memberikan respons cepat mengenai peluang pertemuan kedua pemimpin.

"Zelenskyy dapat datang kapan saja ke Moskow," media pemerintah mengutip juru bicara Kremlin Dmitry Peskov yang mengatakan setelah surat itu diterbitkan.

Di sisi lain, Putin menunjukkan sikap skeptis. Saat berbicara kepada jurnalis asing (termasuk dari AFP) di Saint Petersburg sebelum surat Zelenskyy beredar, Putin justru mempertanyakan keabsahan status Zelenskyy sebagai presiden. Ia merasa status tersebut perlu mendapat analisis mendalam karena masa jabatan lima tahun Zelenskyy telah berakhir sejak 2024.

Sebagai informasi, hukum darurat militer di Ukraina melarang pelaksanaan pemilihan umum selama masa perang. Menanggapi situasi ini, Zelenskyy sendiri menyatakan siap menggelar pemungutan suara atau referendum terkait kesepakatan damai akhir, dengan syarat gencatan senjata penuh sudah berjalan.

Advertisement

Hingga saat ini, Putin bersikeras hanya mau menemui Zelenskyy jika kesepakatan damai sudah final. Ia menolak mentah-mentah segala undangan pertemuan yang bertujuan untuk memulai negosiasi dari awal. Rusia, yang mengawali invasi pada 2022, tetap memasang syarat berat: Ukraina harus menarik seluruh pasukannya dari wilayah Donbas timur sebelum meja perundingan dibuka.

Campur Tangan Donald Trump dan Desakan untuk Berkompromi

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID