Dari Sahabat Jadi Lawan: Arab Saudi vs UEA Berebut Pengaruh di Timur Tengah dan Afrika

news.fin.co.id - 03/01/2026, 20:31 WIB

Dari Sahabat Jadi Lawan: Arab Saudi vs UEA Berebut Pengaruh di Timur Tengah dan Afrika

Sebaliknya, UEA dinilai lebih fleksibel bahkan bersedia mendukung fragmentasi negara jika hal tersebut memperluas pengaruhnya.

“Riyadh khawatir terhadap kecenderungan UEA yang mendukung kekuatan disruptif demi pengaruh regional,” ujar Shiban.

Selain kepentingan geopolitik, perbedaan ideologis turut memperdalam jurang antara kedua negara. UEA dikenal memiliki sikap keras terhadap Ikhwanul Muslimin dan Islam politik, yang dianggap sebagai ancaman stabilitas.

Advertisement

Obsesi Abu Dhabi untuk memerangi Islam politik ini, menurut para analis, tidak sepenuhnya sejalan dengan pendekatan Arab Saudi yang kini lebih pragmatis.

Di sisi lain, Arab Saudi juga merasa terancam oleh ekspansi pengaruh UEA yang begitu cepat melalui kesepakatan bilateral dan dukungan terhadap aktor non-negara di berbagai kawasan.

“Melihat satu negara dengan pengaruh sebesar UEA memiliki pijakan di banyak negara melalui jalur non-negara adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan bagi Arab Saudi,” tambah Shiban.

Rivalitas Menguat di Afrika

Rivalitas Saudi–UEA juga tercermin jelas dalam konflik Sudan. Pada November lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji mengakhiri perang Sudan setelah mendapat permintaan langsung dari Mohammed bin Salman saat kunjungannya ke Washington.

Di lapangan, posisi kedua negara berbeda tajam. UEA dituduh secara luas mempersenjatai Pasukan Dukungan Cepat (RSF), yang sejak April 2023 bertempur melawan tentara reguler Sudan. Abu Dhabi membantah tuduhan tersebut, namun berbagai laporan intelijen internasional menguatkan dugaan itu.

Sebaliknya, tentara Sudan justru mendapat dukungan dari Arab Saudi, menempatkan kedua negara Teluk itu di sisi yang berseberangan.

Peneliti Timur Tengah dan Afrika Utara, Emadeddin Badi, menyebut langkah STC di Yaman sebagai bentuk “pembalasan UEA” atas manuver diplomatik Mohammed bin Salman di Washington.

Wilayah Tanduk Afrika kini menjadi arena persaingan strategis berikutnya. Kawasan ini sangat vital karena berdekatan dengan Laut Merah, Teluk Aden, dan Samudra Hindia, jalur perdagangan global yang krusial.

UEA membangun hubungan erat dengan Ethiopia dan Somaliland, wilayah yang ingin memisahkan diri dari Somalia. Bahkan, Abu Dhabi telah mengoperasikan pangkalan militer di pelabuhan Berbera sejak 2017.

Sebaliknya, Arab Saudi memilih memperkuat hubungan dengan pemerintah Somalia di Mogadishu, yang menentang keras pemisahan Somaliland.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID