fin.co.id - Munculnya subklade K dari virus influenza A(H3N2) di berbagai penjuru dunia telah menimbulkan kekhawatiran publik akan potensi kembalinya masa-masa sulit layaknya pandemi yang lalu.
Menyikapi kegelisahan yang melanda, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghadapi situasi ini dengan kepala dingin.
Beliau menegaskan bahwa meskipun nama varian baru ini terdengar asing, tingkat bahayanya tidak dapat disamakan dengan virus Corona yang sempat melumpuhkan aktivitas global beberapa tahun silam.
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan kepastian bahwa karakteristik virus H3N2 subklade K ini masih berada dalam kategori flu musiman. Ia menekankan perlunya masyarakat untuk tidak bereaksi berlebihan atau merasa paranoid.
"Apakah ini mematikan seperti COVID? Tidak," ujar Menkes Budi dalam keterangan resminya pada Minggu, 4 Januari 2026. "Yang terpenting bagi Anda adalah menjaga kesehatan, imunitas, dan memastikan istirahat yang cukup. Jika terinfeksi, gejalanya akan sama seperti flu biasa, dan Anda akan pulih."
Ia menjelaskan bahwa pola kemunculan varian subklade K memang menunjukkan dinamika yang menyerupai mutasi virus di masa pandemi, namun dampaknya secara klinis jauh lebih ringan.
"Jadi, tidak perlu khawatir bahwa ini akan mematikan seperti COVID-19. Ini adalah flu biasa, influenza H3N2," tambahnya.
Menkes Budi memaparkan bahwa virus ini cenderung lebih mengancam negara-negara dengan empat musim, terutama saat memasuki periode dingin. Di Indonesia sendiri, tren peningkatan kasus terpantau tidak signifikan dan masih sangat terkendali.
Menariknya, Menkes menyebutkan bahwa "obat" paling efektif untuk menghadapi varian ini bukanlah prosedur medis yang rumit, melainkan kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik.
Menurutnya, selama daya tahan tubuh optimal, virus ini dapat dilawan secara mandiri oleh sistem imun manusia.
"Hal terpenting adalah makan cukup, tidur cukup, dan berolahraga cukup agar sistem imun Anda kuat," tegas Budi. "Dengan begitu, virus ini dapat dilawan. Ini tidak mematikan seperti COVID, TBC, atau penyakit menular lainnya." (Hasyim Ashari)