Jepang Sebut Korea Utara Luncurkan Dua Rudal Balistik ke Arah Timur

news.fin.co.id - 04/01/2026, 16:43 WIB

Jepang Sebut Korea Utara Luncurkan Dua Rudal Balistik ke Arah Timur

Photo file: Korea Utara pada Senin (6/1/2025) meluncurkan rudal balistik pertama di tahun 2025 ke arah Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang, hanya dua pekan menjelang pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/

fin.co.id - Korea Utara kembali melancarkan aksi provokatif dengan menembakkan setidaknya dua rudal balistik ke arah timur pada Minggu.

Peluncuran ini diduga kuat mendarat di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, dan tidak dilaporkan menimbulkan kerusakan pada kapal maupun pesawat di sekitarnya.

Pemerintah Jepang menggarisbawahi bahwa ini menandai aktivitas rudal pertama dari Pyongyang dalam kurun waktu hampir dua bulan terakhir, memicu kewaspadaan di kawasan.

Berdasarkan laporan Kementerian Pertahanan Jepang, kedua rudal tersebut diluncurkan dari pesisir barat Korea Utara. Peluncuran pertama terjadi sekitar pukul 07.54 waktu setempat, disusul yang kedua pada pukul 08.05 waktu setempat.

Advertisement

Rudal-rudal itu dilaporkan mencapai ketinggian maksimum sekitar 50 kilometer. Jarak tempuh yang dicapai diperkirakan mencapai 900 kilometer untuk rudal pertama dan 950 kilometer untuk rudal kedua.

Menyikapi insiden ini, Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, menyatakan bahwa Tokyo telah secara tegas menyampaikan protes keras kepada Pyongyang.

Koizumi menambahkan bahwa tindakan provokatif Korea Utara, termasuk peluncuran rudal kali ini, merupakan ancaman serius yang mengganggu perdamaian dan keamanan tidak hanya bagi Jepang dan kawasan Asia Timur, tetapi juga bagi komunitas internasional secara luas.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kedua proyektil tersebut diduga terbang dengan lintasan yang tidak beraturan, menambah kompleksitas dalam analisis teknisnya.

Pemerintah Jepang menegaskan komitmennya untuk terus menjalin koordinasi erat dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan. Tujuannya adalah untuk melakukan analisis mendalam terhadap karakteristik teknis serta motif di balik peluncuran rudal terbaru ini.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh pejabat terkait. Mereka diperintahkan untuk segera mengumpulkan informasi, menyampaikan penjelasan yang memadai kepada publik, serta memastikan keselamatan bagi seluruh aktivitas pelayaran dan penerbangan.

Kantor perdana menteri juga menyatakan kesiapannya dalam menghadapi berbagai kemungkinan skenario, termasuk situasi darurat yang mungkin timbul akibat insiden ini.

Dari sisi Seoul, militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara menembakkan beberapa rudal yang diduga merupakan jenis balistik. Peluncuran ini mengarah ke Laut Jepang sekitar pukul 07.50 waktu setempat, berasal dari wilayah dekat Pyongyang.

Militer Korea Selatan menegaskan bahwa mereka telah meningkatkan tingkat kesiapsiagaan dan secara aktif berbagi data intelijen dengan para sekutu.

Advertisement

Peluncuran rudal balistik terakhir dari Korea Utara tercatat pada tanggal 7 November lalu.

Saat itu, Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan rudal ditembakkan ke arah timur dari pesisir barat Korea Utara dengan jarak tempuh lebih dari 450 kilometer. Sementara itu, militer Korea Selatan memperkirakan jarak terbangnya mencapai sekitar 700 kilometer.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID