Bongkar Tiang Monorel Mangkrak, Pramono Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

news.fin.co.id - 06/01/2026, 21:34 WIB

Bongkar Tiang Monorel Mangkrak, Pramono Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.

fin.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan proses pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, serta kawasan Senayan, Jakarta Pusat, tidak akan disertai penutupan arus lalu lintas.

Ia menyampaikan bahwa pembongkaran tiang pancang proyek monorel tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada pekan ketiga bulan ini.

Sebagai catatan, proyek Monorel Jakarta telah terbengkalai sejak tahun 2007. Puluhan tiang beton yang sempat terbangun hingga kini dibiarkan berdiri tanpa fungsi selama hampir dua dekade, khususnya di kawasan-kawasan strategis ibu kota.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga berdampak pada penyempitan badan jalan yang memicu kepadatan lalu lintas di wilayah Rasuna Said dan Senayan.

Advertisement

"Untuk pembongkaran monorel seperti yang kemarin kami sampaikan, akan kami lakukan minggu ketiga. Dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan," tegas Pramono di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Juli 2026.

Pramono menjelaskan, pelaksanaan pembongkaran tiang monorel akan ditangani langsung oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Langkah ini diambil lantaran PT Adhi Karya selaku pihak penanggung jawab proyek tidak kunjung melaksanakan pembongkaran hingga tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Karena batas waktu tersebut telah terlampaui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk mengambil alih proses pembongkaran melalui instansi terkait.

Adapun seluruh biaya pembongkaran akan dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

"Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri," tegasnya.

Sebelumnya, Pramono juga mengungkapkan rencana penataan kawasan Rasuna Said setelah tiang-tiang monorel tersebut dibongkar.

Penataan yang dimaksud mencakup pelebaran ruas jalan sebagai salah satu upaya untuk menekan tingkat kemacetan di kawasan tersebut.

Berdasarkan hasil kajian Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, pelebaran Jalan Rasuna Said diperkirakan mampu mengurangi kemacetan hingga sekitar 18 persen.

“Dananya sudah ada. Tahun depan, mudah-mudahan Rasuna Said akan menjadi lebih baik,” kata Pramono pada November 2025.

Advertisement

Cahyono/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID