fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dikaitkan dengan peta kemenangan politik dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Ia membantah anggapan daerah yang tidak mendukungnya saat Pilpres akan dikesampingkan dalam pelaksanaan program pemerintah.
“Apakah MBG tidak sampai Sumatera Barat karena saya kalah di Sumatera Barat? Tidak ada itu. Apa saya larang MBG ke Aceh karena saya kalah juga di Aceh? Tidak,” kata Prabowo saat menghadiri Natal Nasional, Senin, 5 Januari 2026.
Prabowo menekankan, setelah resmi terpilih sebagai presiden, dirinya tidak lagi membawa kepentingan kelompok maupun partai politik tertentu. Ia menyatakan kini mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin seluruh rakyat Indonesia tanpa pengecualian.
“Sekarang saya bukan milik satu partai, saya milik seluruh bangsa Indonesia,” katanya.
Mantan Menteri Pertahanan ini juga mengakui bahwa dinamika politik memang sarat dengan persaingan yang ketat dan keras. Namun, menurutnya, hal tersebut merupakan konsekuensi wajar dalam sistem demokrasi.
“Kalau masuk ke dalam kancah politik pasti persaingannya sangat ketat. Keras, ketat, dan tidak ada masalah. Sama seperti masuk lapangan bola, tidak ada orang yang mau kalah,” ujar Prabowo.
Ia menilai kekalahan dalam sebuah kompetisi politik, termasuk pengalaman pribadinya dalam beberapa pemilihan presiden sebelumnya, seharusnya tidak menimbulkan rasa dendam atau permusuhan berkepanjangan. Sikap dewasa dan lapang dada justru diperlukan demi menjaga persatuan bangsa.
Prabowo menegaskan bahwa kalah dan menang merupakan bagian tak terpisahkan dari proses demokrasi yang harus diterima dengan sikap ksatria.
“Aku kalah pilpres berapa kali itu, sudah lupa. Tapi tidak ada masalah. Tidak boleh kita sakit hati, tidak boleh dendam, tidak boleh benci,” jelasnya.
Dengan pernyataan tersebut, Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk menjalankan program-program pemerintah secara adil dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa melihat latar belakang politik daerah.
Anisha Aprilia/Disway