Prabowo Ungkap Pengalaman Kalah Tiga Kali, Singgung Program Makan Bergizi Gratis Jelang 2029!

news.fin.co.id - 06/01/2026, 07:45 WIB

Prabowo Ungkap Pengalaman Kalah Tiga Kali, Singgung Program Makan Bergizi Gratis Jelang 2029!

Presiden RI Prabowo Subianto - Anisha Aprilia -

fin.co.id - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini membagikan pengalamannya yang penuh liku dalam kancah politik nasional, terutama terkait kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres). Ia dengan gamblang menceritakan bahwa dirinya telah tiga kali merasakan kekalahan dalam upaya merebut kursi kepresidenan, sebuah pengakuan yang menarik perhatian banyak pihak.

Intisari :

  • Presiden Prabowo Subianto mengungkap telah kalah tiga kali dalam Pemilihan Presiden.
  • Ia berkelakar kekalahan tersebut dipengaruhi oleh dukungan tokoh kunci seperti Luhut Binsar Pandjaitan.
  • Prabowo juga menepis tudingan bahwa program Makan Bergizi Gratis dibuat untuk kepentingan politik Pemilu 2029.

Advertisement

Pengakuan mengejutkan ini dilontarkan langsung oleh Presiden Prabowo saat menghadiri Perayaan Natal Nasional di Gelora Bung Karno (GBK) pada Senin, 5 Januari 2026. Di hadapan ratusan tamu undangan, ia menyebutkan, "4 kali ikut pemilu, 3 kali kalah." Kalimat lugas ini langsung memantik rasa penasaran publik, terlebih mengingat rekam jejak politiknya yang panjang.

Lebih lanjut, dalam nada santai namun tetap berbobot, Presiden Prabowo melontarkan sebuah candaan yang tak kalah menarik. Ia mengaitkan kekalahannya tersebut dengan dukungan yang ia terima dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. "Soalnya waktu itu Pak Luhut enggak dukung saya sih," ujarnya sambil tersenyum.

Tudingan Miring Soal Program Makan Bergizi Gratis

Di tengah pengakuannya soal masa lalu, Prabowo juga menyikapi isu hangat yang menerpanya. Ia menyinggung adanya pihak-pihak yang menuduhnya sengaja meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi mendulang suara pada Pemilihan Presiden 2029 mendatang. Tuduhan ini jelas membuat Presiden prihatin.

Menanggapi tudingan tersebut, Prabowo menyatakan kekecewaannya terhadap pola pikir negatif sebagian masyarakat. "Ada yang menuduh, ada. 'Oh Prabowo bikin MBG ini supaya nanti 2029 dia dipilih kembali'. Selalu berpikir negatif," ungkapnya dengan nada sedikit kesal.

Presiden kemudian melempar kembali pertanyaan retoris kepada publik, sebuah taktik cerdas untuk mengembalikan narasi. "Tapi kalau rakyat milih saya tahun 2029, apa salah saya?" tanyanya balik, menyiratkan bahwa dukungan rakyat merupakan hak demokrasi yang tak bisa diganggu gugat.

Momen Berharga Bergabung dengan Pemerintahan Jokowi

Presiden Prabowo Subianto tidak hanya berbicara tentang masa lalu yang penuh tantangan, tetapi juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan bergabung dengan pemerintahan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Ia mengakui, lima tahun masa baktinya di kabinet adalah sebuah "masa magang" yang sangat berharga.

Saat pertama kali melangkahkan kaki ke dalam rapat kabinet, Prabowo mengaku memiliki refleksi mendalam. Ia teringat kembali posisinya di tahun 2019, ketika ia masih menjadi kontestan yang kalah dalam Pilpres. "Begitu saya hadir pertemuan kabinet pertama saya lihat sekelilingnya itu dan memang saya sudah tentunya hadir pelantikan," kenangnya.

Advertisement

Ia bahkan membayangkan skenario jika dirinya yang memenangkan Pilpres 2019. "Saya mengatakan kepada beberapa rekan-rekan waktu itu kan 2019 saya kandidat yang kalah ya kan, tapi saya waktu masuk ruang kabinet, saya melihat dan saya mengatakan seandainya saya menang sebagian besar Kabinet itu pasti saya ajak membantu saya," tuturnya.

Pengalaman ini, menurut Prabowo, membuktikan betapa pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam memimpin bangsa. Ia meyakini bahwa siapapun yang berada dalam kabinet Jokowi adalah individu-individu pilihan terbaik. "Dan itu terbukti Begitu saya jadi Presiden, ya banyak dari mereka masih tetap saya ajak. Kenapa? Karena memimpin mengelola dan mengendalikan pemerintahan untuk sebuah negara sebesar ini, harus terdiri dari putra-putri terbaik," jelasnya.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID