Tak Perlu Sekolah Online, Kemenkes Pastikan ‘Super Flu’ Berbeda dengan COVID-19

news.fin.co.id - 07/01/2026, 18:59 WIB

Tak Perlu Sekolah Online, Kemenkes Pastikan ‘Super Flu’ Berbeda dengan COVID-19

Ilustrasi virus

fin.co.id - Indonesia tidak akan terburu-buru mengambil langkah ekstrem seperti memberlakukan kembali sekolah daring, meskipun Inggris tengah menghadapi lonjakan kasus influenza H3N2 yang akrab disapa "Super Flu". Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa kondisi di Tanah Air jauh berbeda dengan masa pandemi COVID-19, sehingga kebijakan drastis seperti belajar online tidak relevan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, secara tegas menyatakan bahwa semua aktivitas pendidikan dan kegiatan di ruang publik akan terus berjalan seperti biasa.

Hal ini didukung oleh data dan fakta lapangan yang menunjukkan tingkat risiko penularan virus influenza di Indonesia masih terkendali.

"Belum ya (arah sekolah online)," ujar Aji dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026.

Advertisement

Ia melanjutkan, "Keputusan kebijakan kita selalu ditentukan berdasarkan data dan fakta yang ada di kita."

Aji Muhawarman menekankan pentingnya tidak gegabah dalam mengambil keputusan.

"Kita tidak bisa ujug-ujug menyamakan situasi saat ini dengan saat pandemi COVID, karena situasinya berbeda," tegasnya.

Situasi Epidemiologis Lokal Menjadi Kunci

Setiap negara memiliki profil epidemiologis yang unik dan berbeda satu sama lain.

Kemenkes secara aktif memantau perkembangan situasi influenza di Indonesia melalui sistem pengawasan yang komprehensif.

Sistem ini melibatkan 88 Puskesmas sentinel, sejumlah rumah sakit terpilih, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan.

Semua data dikumpulkan dan dianalisis secara *real-time* untuk mendapatkan gambaran terkini.

Dengan begitu, Kemenkes dapat membuat kebijakan yang tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Advertisement

"Kita tidak lengah, dan kita juga tidak menganggap enteng," ungkap Aji Muhawarman.

Ia menambahkan, "Jadi kewaspadaan tetap kita lakukan."

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID