Ancaman Gejolak Energi Global: China Murka, Trump Sita Minyak Venezuela!

news.fin.co.id - 08/01/2026, 08:54 WIB

Ancaman Gejolak Energi Global: China Murka, Trump Sita Minyak Venezuela!

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning - ANTARA -

fin.co.id - Ketegangan dunia energi global memanas! Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump mengumumkan langkah drastis menyita cadangan minyak mentah Venezuela, memicu protes keras dari China. Rencana AS mengambil 30 hingga 50 juta barel minyak dari negara Amerika Latin ini bukan hanya sekadar perseteruan dua negara, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas pasokan energi dunia dan berpotensi memicu kekacauan ekonomi global.

Intisari :

  • China mengecam keras tindakan AS yang dianggap melanggar kedaulatan Venezuela.
  • Trump mengklaim akan menjual minyak Venezuela untuk kepentingan AS, bahkan merencanakan investasi besar di sektor energi Venezuela.
  • Investasi besar China di Venezuela terancam runtuh akibat langkah agresif AS.

China Mengutuk Keras Tindakan AS: Pelanggaran Kedaulatan yang Tak Termaafkan

Advertisement

Beijing tidak tinggal diam melihat rencana nekat Washington. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dengan tegas menyatakan keberatan serius terhadap rencana penyitaan minyak Venezuela. Dalam konferensi pers yang digelar Rabu, 7 Januari 2026, China menegaskan bahwa Venezuela adalah negara berdaulat penuh atas seluruh kekayaan alamnya.

Mao Ning menganggap permintaan sepihak Amerika Serikat ini telah mengangkangi hukum internasional. Lebih lanjut, tindakan tersebut dianggap merusak hak-hak sah rakyat Venezuela secara brutal. "Hak dan kepentingan sah China di Venezuela harus dilindungi," tegas Mao Ning, menunjukkan bahwa kerja sama energi antara China dan Venezuela selama ini berjalan di bawah payung hukum internasional.

China memandang sanksi sepihak dan penggunaan kekuatan militer oleh AS sebagai pukulan telak. Tindakan ini secara terbuka dikutuk keras oleh Beijing karena mengancam stabilitas pasokan energi global yang selama ini terjalin.

Trump Kuasai Minyak Venezuela: Operasi Pengiriman Langsung Dimulai, Investasi China Terancam

Di sisi lain, Donald Trump menunjukkan sikap percaya diri penuh. Ia mengumumkan bahwa otoritas sementara Venezuela yang baru telah menyepakati penyerahan jutaan barel minyak mentah. Trump bahkan berani menyatakan bahwa minyak sitaan ini akan dijual pada harga pasar, dan hasil penjualannya akan berada di bawah kendalinya secara langsung sebagai Presiden Amerika Serikat.

Untuk memuluskan rencananya, Trump langsung memerintahkan Menteri Energi AS, Chris Wright, untuk segera bergerak. Minyak mentah tersebut akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan raksasa. Tujuannya jelas, dikirim langsung menuju dermaga bongkar muat di Amerika Serikat. Trump bahkan mengklaim bahwa perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat sudah sangat antusias dan siap menanamkan investasi besar.

Investasi besar ini diharapkan dapat membangun kembali infrastruktur energi Venezuela pasca rezim Maduro. Namun, langkah agresif Washington ini jelas mengancam dominasi China yang selama ini telah berinvestasi besar di negara tersebut. Sebelum blokade militer AS dimulai pada Desember 2025, Venezuela mengekspor rata-rata 952.000 barel per hari.

Angka yang fantastis jika merujuk data Petroleos de Venezuela s.a. (PDVSA) pada November 2025. Sebanyak 778.000 barel, atau sekitar 81,7 persen dari total ekspor, dikirim langsung ke Tiongkok. Meskipun jumlah ini hanya menyumbang 4 persen dari total impor minyak China, data tersebut menunjukkan betapa vitalnya pasokan minyak Venezuela bagi negara Tirai Bambu.

Sejak 2016, perusahaan energi raksasa seperti CNPC dan Sinopec telah menyuntikkan dana sebesar 2,1 miliar dolar AS ke industri minyak Venezuela. Dengan penguasaan konsesi yang mencakup miliaran barel cadangan, investasi strategis China kini benar-benar berada di ujung tanduk. Penggunaan Doktrin Monroe oleh Washington semakin memperkuat pengaruh AS di kawasan Amerika Latin.

Advertisement

Potensi Cadangan Terbesar Dunia di Tengah Kemerosotan Produksi: Peluang Emas AS, Ancaman bagi China

Venezuela sejatinya memiliki potensi luar biasa. Negara ini memegang predikat sebagai pemilik cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, mencapai 303 miliar barel. Angka ini setara dengan 17 persen dari total cadangan global. Namun, ironisnya, kondisi infrastruktur energi negara tersebut sangat memprihatinkan.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID