Sebagai kampus berbasis pertanian dan teknologi hayati, IPB menawarkan banyak jurusan terapan yang masih sepi peminat.
-
S1 Smart Agriculture
Daya tampung SNBP 2025: 18 orang
Peminat SNBP 2024: 46 orang
-
D4 Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan (Kampus Sukabumi)
Daya tampung SNBP 2025: 14 orang
Peminat SNBP 2024: 55 orang
-
D4 Teknologi dan Manajemen Ternak (Kampus Sukabumi)
Daya tampung SNBP 2025: 14 orang
Peminat SNBP 2024: 78 orang
-
D4 Teknologi dan Manajemen Ternak
Daya tampung SNBP 2025: 32 orang
Peminat SNBP 2024: 89 orang
-
D4 Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan
Daya tampung SNBP 2025: 32 orang
Peminat SNBP 2024: 119 orang
4. Universitas Padjadjaran (Unpad)
Unpad memiliki banyak program studi vokasi dan PSDKU yang peluang SNBP-nya cukup besar.
-
Bahasa dan Budaya Tiongkok (D4)
Daya tampung 2025: 20 orang
Peminat SNBP 2024: 31 orang
-
Peternakan PSDKU Pangandaran (S1)
Daya tampung 2025: 20 orang
Peminat SNBP 2024: 55 orang
-
Agroteknopreneur (D4)
Daya tampung 2025: 20 orang
Peminat SNBP 2024: 64 orang
-
Perikanan PSDKU Pangandaran (S1)
Daya tampung 2025: 35 orang
Peminat SNBP 2024: 74 orang
-
Kearsipan Digital (D4)
Daya tampung 2025: 8 orang
Peminat SNBP 2024: 77 orang
5. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
UPI tidak hanya mencetak guru, tetapi juga tenaga profesional di bidang teknologi dan industri.
-
Desain Produk Industri – Kampus Tasikmalaya
Daya tampung SNBP 2025: 25 orang
Peminat SNBP 2024: 62 orang
-
Pendidikan Bahasa Perancis
Daya tampung SNBP 2025: 18 orang
Peminat SNBP 2024: 70 orang
-
Pendidikan Guru PAUD – Kampus Serang
Daya tampung SNBP 2025: 40 orang
Peminat SNBP 2024: 95 orang
-
Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika
Daya tampung SNBP 2025: 36 orang
Peminat SNBP 2024: 97 orang
-
Pendidikan Kelautan dan Perikanan – Kampus Serang
Daya tampung SNBP 2025: 4 kursi
Peminat SNBP 2024: 101 orang
Memilih jurusan sepi peminat bukan berarti menurunkan kualitas pendidikan. Justru, strategi ini bisa menjadi peluang emas untuk lolos SNBP 2026, terutama bagi siswa dengan nilai rapor yang konsisten.
Selain mempertimbangkan tingkat persaingan, calon mahasiswa juga disarankan menyesuaikan jurusan dengan minat, bakat, serta prospek kerja di masa depan. (*)