Apa Makna Pernyataan Trump bagi Tata Dunia?
Para analis menyatakan bahwa sikap Trump mencerminkan pemutusan hubungan dengan tatanan hukum internasional berbasis aturan (rules-based order).
Ketika seorang pemimpin besar menolak relevansi hukum internasional, hal ini berpotensi melemahkan norma yang selama ini menjadi dasar hubungan antarnegara dan perdamaian dunia.
Jean-Pierre Maulnay dari French Institute for International and Strategic Affairs secara khusus menyatakan bahwa tindakan seperti ini bisa merusak legitimasi hukum internasional secara keseluruhan, sehingga memicu ketidakpastian global dalam jangka panjang.
Tak hanya negara asing, sejumlah pengamat hukum internasional juga mengkritik pandangan Trump.
Mereka menilai bahwa menjadikan moral pribadi sebagai satu-satunya pembatas kekuasaan sangat berbahaya, khususnya ketika berkaitan dengan penggunaan militer atau kebijakan luar negeri besar lainnya.
Trump sendiri, dalam wawancara tersebut, menyatakan keyakinannya bahwa tindakannya di Venezuela yang ia justifikasi sebagai upaya pemberantasan jaringan narkoba dan ancaman—adalah benar meskipun dipersoalkan banyak pihak.
Langkah Trump ini telah memicu debat serius tentang masa depan hubungan internasional.
Jika negara-negara kuat mulai mengabaikan hukum internasional dan mengandalkan interpretasi sendiri terhadap moral atau kepentingan nasional, maka tatanan global saat ini bisa berubah secara drastis.
Beberapa pengamat menyebut situasi ini sebagai era baru geopolitik di mana supremasi negara kuat mungkin akan menentukan arah hubungan internasional, bukan norma dan hukum internasional yang selama ini dijunjung tinggi sejak Perang Dunia II.