Mencekam! Korban Tewas Protes Iran Tembus 45 Orang, Internet Diputus Total

news.fin.co.id - 11/01/2026, 20:42 WIB

Mencekam! Korban Tewas Protes Iran Tembus 45 Orang, Internet Diputus Total

Demo Iran

Internet Nasional Diputus

Di tengah eskalasi aksi massa, pemerintah Iran dilaporkan melakukan pemadaman internet nasional. Pengawas internet global NetBlocks menyatakan bahwa metrik langsung menunjukkan Iran sedang mengalami pemutusan jaringan secara luas.

Pemadaman ini bertepatan dengan aksi besar-besaran di kota-kota utama seperti Teheran, Mashhad, dan Shiraz, serta wilayah mayoritas etnis Turki seperti Tabriz dan Ardabil.

Rekaman media sosial menunjukkan ribuan orang berkumpul di Boulevard Ayatollah Kashani, Teheran barat laut. Sementara di Abadan, massa terlihat turun ke jalan meski aparat bersenjata lengkap berjaga.

Advertisement

Salah satu simbol paling mencolok dari kemarahan publik muncul di Kuhchenar, Provinsi Fars, ketika para demonstran merobohkan patung Qassem Soleimani, mantan komandan pasukan elit Garda Revolusi yang tewas akibat serangan AS pada Januari 2020.

Aksi tersebut terekam dalam video yang menunjukkan massa bersorak sepanjang malam, menandai eskalasi simbolik perlawanan terhadap rezim.

Ketegangan juga meningkat di wilayah barat Iran. Partai oposisi Kurdi Iran yang berbasis di Irak menyerukan pemogokan umum di daerah mayoritas Kurdi.

Kelompok HAM Hengaw melaporkan bahwa seruan tersebut dipatuhi di sekitar 30 kota dan wilayah, termasuk di provinsi Ilam, Kermanshah, dan Lorestan, dengan banyak toko memilih tutup total.

Dari Washington, Presiden AS Donald Trump ikut angkat suara. Ia mengancam akan menghantam Iran “dengan sangat keras” jika aparat terus membunuh demonstran.

“Jika mereka mulai membunuh orang, dan mereka cenderung melakukan itu, kami akan menghantam mereka dengan sangat keras,” ujar Trump.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mencoba meredam situasi dengan menyerukan “pengekangan maksimal” dalam menangani demonstrasi.

“Segala bentuk kekerasan atau perilaku yang memaksa harus dihindari,” kata Pezeshkian.

Aksi protes ini menjadi ujian serius bagi pemerintahan Iran di bawah Ayatollah Ali Khamenei, yang sudah dibebani krisis ekonomi akibat sanksi internasional berkepanjangan dan masih dalam fase pemulihan pascakonflik militer dengan Israel pada Juni lalu.

Meski aparat melakukan penindakan keras, laporan terbaru menunjukkan bahwa protes masih berlanjut hingga Kamis malam, menandakan bahwa kemarahan publik belum mereda.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID