Gunung Semeru Erupsi Empat Kali Pagi Ini, Status Siaga Level III

news.fin.co.id - 12/01/2026, 14:28 WIB

Gunung Semeru Erupsi Empat Kali Pagi Ini, Status Siaga Level III

Gunung Semeru erupsi empat kali pagi ini. Foto: ANTARA.

fin.co.id - Gunung Semeru kembali mengirim sinyal serius pada Senin pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami empat kali erupsi beruntun hanya dalam rentang beberapa jam. Aktivitas ini langsung menjadi perhatian karena terjadi saat status Gunung Semeru masih berada di Level III atau Siaga.

Data resmi dari Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat erupsi pertama muncul pada pukul 08.09 WIB. Saat itu, kolom letusan terpantau menjulang sekitar 400 meter di atas puncak, atau setara 4.076 meter di atas permukaan laut (mdpl). Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyampaikan informasi tersebut dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut. Aktivitas vulkanik ini terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi erupsi selama 110 detik. Data ini menunjukkan tekanan magma masih aktif dan belum sepenuhnya mereda.

Tak berhenti di situ, erupsi kembali berulang secara berturut-turut. Letusan berikutnya terjadi pada pukul 09.06 WIB, disusul 09.30 WIB, dan kembali muncul pada 10.20 WIB. Pada rangkaian erupsi lanjutan ini, visual letusan tidak teramati secara langsung. Namun, hingga laporan disusun, aktivitas erupsi masih terus berlangsung.

Advertisement

Situasi tersebut mempertegas bahwa Gunung Semeru masih berada dalam fase aktif yang perlu diwaspadai. Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan kembali sejumlah rekomendasi penting untuk masyarakat di sekitar kawasan gunung api.

Sebagai langkah mitigasi, PVMBG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, dengan jarak 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi. Area ini dinilai memiliki risiko tinggi terdampak awan panas guguran dan aliran material vulkanik.

Selain itu, masyarakat juga perlu menjauhi area sungai. Di luar radius 13 kilometer tersebut, warga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Larangan ini berlaku karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat melaju hingga 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga mengingatkan bahaya lain yang tidak kalah serius. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru berpotensi memicu lontaran batu pijar. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tidak memasuki radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Zona ini menjadi area paling rawan terhadap material pijar yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

Tak hanya itu, warga di sekitar aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru perlu meningkatkan kewaspadaan. Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di jalur Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan juga masuk dalam kategori rawan lahar.

Dengan rangkaian erupsi yang terjadi sejak pagi, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari petugas dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Aktivitas vulkanik yang masih berlangsung menunjukkan bahwa potensi bahaya belum sepenuhnya berakhir.

Gunung Semeru kembali mengingatkan bahwa aktivitas alam bisa berubah dengan cepat. Kedisiplinan mengikuti rekomendasi otoritas menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko di tengah status Siaga yang masih melekat hingga saat ini. (ANTARA)

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern