fin.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya masih mendalami laporan terhadap Panji Pragiwaksono (PW) dengan menjadwalkan pemeriksaan para pelapor serta meminta keterangan dari sejumlah ahli.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menyampaikan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan perkara berjalan secara profesional, proporsional, dan berimbang, terutama berkaitan dengan batas kebebasan berekspresi dalam ranah seni di ruang publik.
"Terhadap laporan saudara PW, hari ini kami menjadwalkan pengambilan keterangan terhadap para pelapor. Kami juga terus meminta keterangan dari para ahli untuk mengkonstruksikan sejauh mana batas kebebasan berekspresi dan seni di ruang publik," katanya kepada wartawan, Senin, 12 Januari 2026.
Ia menjelaskan, penyidik tidak hanya mengandalkan alat bukti yang diserahkan pelapor, tetapi juga secara aktif mengumpulkan bukti lain untuk melengkapi proses penyelidikan.
"Selain barang bukti yang dibawa atau disampaikan oleh pelapor, kami penyidik juga terus melakukan pengumpulan alat bukti yang lain," jelasnya.
Menurut Iman, pendalaman melalui kajian para ahli menjadi aspek penting agar penegakan hukum tetap berjalan sejalan dengan prinsip perlindungan terhadap kebebasan berekspresi sebagai bagian dari kehidupan demokratis.
Polda Metro Jaya, lanjutnya, berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepastian hukum dan hak masyarakat untuk berekspresi.
"Kami pastikan proses penegakan hukum dilakukan secara transparan dan berimbang, sehingga di satu sisi menghadirkan rasa aman, dan di sisi lain memberikan kepastian bahwa kebebasan berekspresi tetap memiliki ruang, khususnya dalam ranah seni," ucapnya.
Hingga kini, laporan terhadap Panji Pragiwaksono masih berada pada tahap pendalaman. Penyidik belum menarik kesimpulan terkait ada atau tidaknya unsur pidana sebelum seluruh keterangan dan alat bukti dianalisis secara menyeluruh.
Sebelumnya, Panji Pragiwaksono dilaporkan ke polisi buntut materi stand-up comedy yang disampaikannya dalam pertunjukan bertajuk Mens Rea. Materi tersebut memicu keberatan dari sejumlah organisasi masyarakat Islam, termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Laporan itu berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik, di mana pihak pelapor menyerahkan barang bukti berupa rekaman materi pertunjukan yang ditayangkan di salah satu platform digital.
Pelapor menilai konten dalam pertunjukan tersebut menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah. Materi komedi yang disampaikan Panji antara lain menyinggung isu penculikan aktivis, menyebut nama Prabowo Subianto, dugaan pencucian uang yang dikaitkan dengan Raffi Ahmad, hingga Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming.
Di tengah sorotan tersebut, aktivitas Panji Pragiwaksono di media sosial justru terpantau santai. Melalui akun resminya di platform X, komika tersebut menyadari kegaduhan yang terjadi, namun kembali melontarkan sindiran.
“Di antara semua keriuhan ini, ada yg DM & nanya “Beli tiket Mens Rea Medan di mana Bang?” tulis Panji Pragiwaksono.
Rafi Adhi/Disway