Tekanan Rendah di Samudra Hindia Jadi Perhatian
Sebelumnya, pada Selasa, 13 Januari 2025, BMKG mendeteksi kemunculan pusat tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah selatan NTB. Fenomena ini dinilai berpotensi memicu cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, terutama di wilayah sekitar NTB dan perairan sekitarnya.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Ia menegaskan bahwa hujan lebat dapat disertai petir dan angin kencang, serta berpotensi memicu gelombang laut setinggi dua meter atau lebih.
Angin Kencang Capai 35 Km per Jam
Hasil analisis kondisi fisis dan dinamika atmosfer BMKG menunjukkan bahwa keberadaan pusat tekanan rendah tersebut mampu mendorong pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Di wilayah NTB, angin permukaan bertiup dengan arah dominan barat daya hingga barat laut.
Kecepatan angin maksimum bahkan tercatat mencapai 35 kilometer per jam. Kondisi ini berpotensi memperparah dampak cuaca ekstrem, baik di daratan maupun perairan. Nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau untuk lebih berhati-hati.
BMKG terus memantau perkembangan sistem atmosfer ini dan mengimbau masyarakat agar rutin mengakses informasi cuaca resmi. Kewaspadaan sejak dini menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih membayangi. (ANTARA)