Gunung Semeru Masih Siaga, Awan Panas Meluncur 5 Km Berulang Kali

news.fin.co.id - 15/01/2026, 17:23 WIB

Gunung Semeru Masih Siaga, Awan Panas Meluncur 5 Km Berulang Kali

Gunung Semeru masih Siaga. Foto: ANTARA.

fin.co.id - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menjadi sorotan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih menunjukkan dinamika tinggi dan belum memberi sinyal aman untuk masyarakat sekitar. Badan Geologi menegaskan status Level III atau Siaga tetap berlaku, seiring masih seringnya awan panas guguran yang meluncur jauh dari puncak.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyebut kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih aktif dan berpotensi menimbulkan ancaman, terutama di sektor tenggara yang menjadi jalur utama luncuran material vulkanik.

Menurut Lana, salah satu indikator paling jelas adalah kejadian awan panas guguran yang berulang. Fenomena ini tercatat dominan mengarah ke sektor tenggara, tepatnya ke kawasan Besuk Kobokan, dengan jarak luncur mencapai 5.000 meter dari puncak.

Awan Panas Terjadi Berulang dalam Sepekan

Advertisement

Hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan, pada Rabu (14/1) terjadi dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur yang sama, yakni sekitar lima kilometer dari puncak menuju tenggara. Aktivitas ini bukan kejadian tunggal.

Dalam periode 7–14 Januari 2026, awan panas guguran tercatat muncul beberapa kali. Setiap kejadian disertai guguran material vulkanik yang mempertegas bahwa suplai magma dan material dari dalam gunung masih berlangsung.

Situasi ini membuat otoritas geologi menilai Gunung Semeru masih berada dalam fase aktif. Masyarakat pun diminta untuk tidak lengah dan tetap mengikuti rekomendasi keselamatan yang berlaku.

Gempa Vulkanik Dominasi Aktivitas Semeru

Tidak hanya dari visual, sinyal kegempaan juga memperkuat kondisi Siaga Gunung Semeru. Aktivitas seismik didominasi oleh gempa letusan, gempa guguran, gempa embusan, serta tremor harmonik.

Lana menjelaskan, jenis-jenis gempa tersebut menandakan masih adanya suplai material dari bawah permukaan. Pada saat yang sama, material tersebut dilepaskan ke permukaan melalui letusan dan hembusan yang terus terekam oleh alat pemantau.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa sistem vulkanik Gunung Semeru belum sepenuhnya stabil. Meski belum terjadi peningkatan tekanan signifikan, potensi perubahan kondisi tetap ada.

Sistem Vulkanik Relatif Stabil tapi Rentan

Dari sisi parameter variasi kecepatan seismik atau dv/v, Badan Geologi mencatat fluktuasi dengan simpangan besar. Data ini menunjukkan sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi.

Advertisement

Namun, Lana menegaskan kondisi tersebut bukan berarti aman sepenuhnya. Sistem vulkanik Gunung Semeru masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan, sehingga perubahan aktivitas bisa terjadi sewaktu-waktu.

Pemantauan deformasi gunung juga menunjukkan pola relatif stabil. Artinya, belum terlihat adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh Gunung Semeru. Meski begitu, status Siaga tetap dipertahankan sebagai langkah mitigasi risiko.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern