Alasan Prabowo Minta 80 Persen Beasiswa LPDP untuk Jurusan STEM

news.fin.co.id - 16/01/2026, 17:22 WIB

Alasan Prabowo Minta 80 Persen Beasiswa LPDP untuk Jurusan STEM

Presiden RI Prabowo Subianto - Dok. BPMI Setpres -

Angka tersebut dinilai masih sangat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia nasional.

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, terutama Mendiktisaintek dan kami sebagai Mensesneg, untuk mencoba menghitung ulang dan memformulasikan ulang bagaimana memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa,” ungkap Prasetyo.

Pemerintah juga membuka peluang agar skema beasiswa diperluas, baik untuk mahasiswa dalam negeri maupun luar negeri, dengan fokus utama pada bidang-bidang strategis.

Advertisement

Tak hanya soal beasiswa, komitmen Presiden Prabowo terhadap penguatan sains dan teknologi juga ditunjukkan melalui penambahan anggaran riset nasional.

Pemerintah memastikan tambahan dana riset sebesar Rp4 triliun untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Dengan tambahan tersebut, total anggaran riset nasional kini mencapai Rp12 triliun.

Kabar ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie saat menghadiri acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times.

“Bapak Presiden baru saja menjanjikan tambahan Rp4 triliun untuk riset. Barusan tadi di Istana,” ujar Stella.

Tambahan anggaran ini akan difokuskan pada riset unggulan, pengembangan teknologi, dan inovasi berbasis kebutuhan nasional, termasuk kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga riset.

Kebijakan ini membuka peluang besar bagi calon mahasiswa dan mahasiswa aktif yang mengambil jurusan STEM.

Dengan porsi LPDP mencapai 80 persen, persaingan di bidang ini diprediksi akan semakin ketat, sekaligus meningkatkan kualitas lulusan.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa jurusan non-STEM tetap mendapat perhatian, meskipun prioritas utama saat ini diarahkan pada sektor yang dianggap paling strategis bagi pertumbuhan ekonomi dan kemandirian bangsa.

Langkah Prabowo ini menandai babak baru kebijakan pendidikan Indonesia, dengan fokus kuat pada penguatan sains, teknologi, dan riset sebagai fondasi menuju Indonesia maju. (*)

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID