Miris! Tunjangan Tak Cair, Pegawai RSUD Bekasi Sampai Pinjam Online untuk Makan

news.fin.co.id - 17/01/2026, 19:50 WIB

Miris! Tunjangan Tak Cair, Pegawai RSUD Bekasi Sampai Pinjam Online untuk Makan

Keterlambatan pencairan tunjangan remunerasi selama tiga bulan terakhir membuat sejumlah pegawai RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, terpaksa mencari jalan keluar dengan meminjam uang, termasuk melalui Pinjol. Foto: Dimas Rafi

fin.co.id - Keterlambatan pencairan tunjangan remunerasi selama tiga bulan terakhir membuat sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, terpaksa mencari jalan keluar dengan meminjam uang, termasuk melalui pinjaman online (pinjol).

Kondisi tersebut memaksa sebagian karyawan harus berjibaku memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama untuk keperluan dasar seperti pangan.

Salah seorang pegawai RSUD Kota Bekasi yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, hingga kini pihak rumah sakit belum melunasi kewajiban pembayaran remunerasi kepada para pekerja.

"Remunerasi kami belum dibayar penuh. Pembayaran baru sampai bulan November, sementara sekarang sudah Januari. Akhirnya banyak tang terpaksa pinjam ke sana-sini, bahkan ada yang pinjol," jelasnya kepada wartawan, Sabtu, 17 Januari 2026.

Advertisement

Ia menuturkan, keterlambatan pembayaran tunjangan tersebut berdampak langsung pada kondisi ekonomi karyawan. Pemenuhan kebutuhan pokok pun menjadi persoalan serius bagi sebagian pegawai.

Bahkan, lanjutnya, tidak sedikit rekan kerjanya yang harus meminjam uang dalam jumlah relatif kecil hanya demi membeli bahan makanan.

"Beli beras saja ada yag pinjam Rp300.000. Ada juga yang akhirnya ke pinjol karena sudah benar-benar tidak punya pilihan," katanya.

Menurutnya, langkah memanfaatkan pinjaman online bukanlah pilihan ideal bagi para pekerja rumah sakit. Situasi itu terjadi karena tekanan ekonomi yang semakin berat di tengah ketidakpastian pencairan hak mereka.

Kondisi tersebut juga menyulitkan pegawai dalam mengatur keuangan keluarga, karena tidak adanya kejelasan kapan remunerasi akan dibayarkan.

Ia berharap manajemen RSUD Kota Bekasi segera menyelesaikan kewajiban tersebut agar kesejahteraan pegawai dapat kembali terjaga dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

"Kami tidak minta berlebihan. Hak kami dibayar penuh dan tepat waktu saja sudah sangat membantu," pungkasnya.

Dimas Rafi/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID