Anggaran MBG Terlalu 'Gendut', Ekonom Sarankan Maksimal Rp8 Triliun per Tahun

news.fin.co.id - 18/01/2026, 19:19 WIB

Anggaran MBG Terlalu 'Gendut', Ekonom Sarankan Maksimal Rp8 Triliun per Tahun

Kemenkes perketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis di sekolah. Dinas Kesehatan daerah diwajibkan jaga keamanan pangan agar bebas dari keracunan

fin.co.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah kembali menuai sorotan.

Kali ini, kritik datang dari Sekretaris Jenderal International Economic Association, Lili Yan Ing, yang menilai alokasi anggaran MBG seharusnya tidak terlalu besar dan perlu dibatasi maksimal Rp 8 triliun per tahun.

Menurut Lili, pembatasan anggaran tersebut penting agar penggunaan dana negara lebih efisien, tepat sasaran, dan berorientasi pada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Advertisement

“Tapi program makan bergizi seharusnya dibatalkan dan hanya diberikan kepada orang yang membutuhkan makan bergizi gratis. Dan budget-nya seharusnya sangat kecil, sekitar Rp 8 triliun,” ujar Lili dalam acara Kadin: Global & Domestic Economic Outlook 2026.

Lili menilai bahwa program MBG tidak seharusnya diberikan secara menyeluruh kepada seluruh pelajar.

Berdasarkan hasil survei yang dikantonginya, hanya kurang dari 4 persen pelajar yang menyatakan benar-benar membutuhkan bantuan makan bergizi gratis.

Angka tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa kebijakan MBG saat ini berpotensi salah sasaran.

“Karena dari survei, hanya kurang dari 4 persen pelajar menyebut bahwa mereka membutuhkan program makan bergizi gratis. Mengapa pemerintah memberikan program makan gratis bagi penduduk kelas menengah dan warga yang kaya? Ini tidak masuk akal,” tegas Lili.

Ia menilai pemberian MBG kepada kelompok ekonomi menengah ke atas justru menggerus efisiensi anggaran negara, di tengah kebutuhan mendesak untuk memperkuat sektor lain yang lebih strategis.

Selain menyoroti anggaran MBG, Lili juga mengingatkan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah.

Advertisement

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) jauh lebih penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID