fin.co.id - Meski dikenal memiliki biaya kuliah yang tinggi dan masa studi yang panjang, Jurusan Kedokteran tetap menjadi program studi paling diminati dalam jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Setiap tahun, ribuan siswa SMA dan SMK berlomba-lomba menempatkan Kedokteran sebagai pilihan utama mereka.
Alasannya cukup jelas: profesi dokter masih sangat dibutuhkan, memiliki prospek jangka panjang, dan relatif sulit tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI).
Tak heran, persaingan masuk Jurusan Kedokteran di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pun terbilang sangat ketat, bahkan ekstrem di beberapa kampus favorit.
Ada beberapa faktor yang membuat Jurusan Kedokteran konsisten menjadi primadona di jalur SNBP, antara lain:
-
Kebutuhan dokter di Indonesia masih tinggi, terutama di daerah
-
Prospek kerja stabil dan jangka panjang
-
Profesi dokter memiliki nilai sosial dan prestise tinggi
-
Minim risiko tergantikan oleh teknologi AI
-
SNBP dianggap jalur “emas” karena tanpa tes tulis
Namun, konsekuensinya jelas: daya tampung kecil, peminat membludak.
Untuk mengetahui tingkat keketatan suatu jurusan, caranya cukup sederhana:
Jumlah peminat ÷ daya tampung
Semakin besar hasilnya, maka semakin ketat persaingannya.
Sebagai gambaran, rasio 1:40 berarti satu kursi diperebutkan oleh 40 siswa.
Berdasarkan data SNBP 2024 dan daya tampung SNBP 2025, Jurusan Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) menempati posisi teratas sebagai yang paling ketat se-Indonesia.
-
Peminat: 2.159 siswa
-
Daya tampung: 53 kursi
-
Keketatan: 1 : 40