Banjir Jakarta Tak Terduga, Begini Kata Gubernur Pramono

news.fin.co.id - 19/01/2026, 18:35 WIB

Banjir Jakarta Tak Terduga, Begini Kata Gubernur Pramono

Sejumlah warga tengah berjalan di area banjir di wilayah Jakarta. Foto: Cahyono

fin.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan, banjir yang melanda ibu kota pada akhir pekan lalu terjadi di luar perkiraan, sehingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tidak dilakukan sebelum hujan deras mengguyur. Hujan lebat yang terjadi sejak Sabtu malam hingga Minggu, 18 Januari 2026, menyebabkan sejumlah wilayah di Jakarta terdampak banjir.

"Kenapa hari Sabtu-Minggu itu tidak kita lakukan (OMC)? Karena memang perkiraan kita itu curah hujannya tidak seperti itu. Curah hujannya ternyata tinggi sekali," kata Pramono di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin, 19 Januari 2026.

Akibat curah hujan yang mencapai rata-rata 260 milimeter, sebagian besar wilayah ibu kota mengalami banjir. Gubernur Pramono menilai hujan kali ini merupakan yang paling ekstrem sejak dirinya menjabat.

"Curah hujan itu rata-rata 260. Ada bahkan yang sampai dengan 280 dan itu tertinggi yang pernah saya ketahui selama saya menjabat sebagai Gubernur Jakarta," ujarnya.

Advertisement

Dari catatan Pemprov DKI, terdapat 22 RW yang terdampak banjir pada akhir pekan lalu. Untuk mencegah banjir lebih parah, Pramono memerintahkan dilakukannya OMC pada Minggu siang. Berkat langkah tersebut, dampak banjir tidak berlangsung lama, dan kini seluruh wilayah yang terdampak sudah tertangani.

"Kalau tidak dilakukan lebih dari itu," tambahnya.

Ke depan, Pemprov DKI akan memperluas pelaksanaan OMC sebagai langkah antisipatif terhadap banjir ekstrem serupa. Pramono juga memastikan anggaran untuk OMC telah disiapkan cukup untuk satu bulan pelaksanaan.

"Kalau untuk anggaran OMC, jadi kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini," pungkasnya.

Cahyono/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID