fin.co.id - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) direncanakan akan dibuka pada Juni 2026.
Program RSSG merupakan salah satu terobosan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk memperluas akses pendidikan menengah pertama yang berkualitas, sekaligus membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan bangku sekolah di SMP negeri.
Rencananya, proses pendaftaran PPDB RSSG tahun ajaran 2026/2027 akan dilaksanakan secara daring (online). Saat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok masih mematangkan mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang akan digunakan dalam program ini.
Kepala Bidang SMP Disdik Kota Depok, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan RSSG tahun depan tidak akan jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“RSSG dibuka untuk kelas VII. Saat ini terdapat 49 sekolah yang masuk dalam program RSSG. Teknis pelaksanaannya masih kami rapatkan, namun orang tua kami minta untuk bersiap karena kuotanya terbatas,” ujar Yusuf.
Dengan sistem online, Disdik berharap proses pendaftaran dapat berjalan lebih transparan, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Kuota Terbatas, Hanya untuk Kelas VII
Seperti tahun-tahun sebelumnya, RSSG hanya dibuka untuk peserta didik kelas VII atau lulusan SD/sederajat. Kuota penerimaan bersifat terbatas dan dibagi ke puluhan sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Pemkot Depok.
Karena keterbatasan kuota ini, orang tua calon siswa diimbau untuk:
-
Mempersiapkan dokumen sejak dini
-
Memantau jadwal pendaftaran secara berkala
-
Memahami alur dan syarat SPMB RSSG
Program RSSG diharapkan bisa menjadi alternatif nyata bagi keluarga yang tidak tertampung di sekolah negeri, sekaligus meningkatkan partisipasi pendidikan di sekolah swasta mitra pemerintah.
Menurut Disdik Kota Depok, RSSG tidak hanya membantu masyarakat dari sisi biaya pendidikan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk:
-
Mengoptimalkan kapasitas sekolah swasta
-
Menekan angka putus sekolah
-
Memperluas akses pendidikan menengah pertama
Dengan adanya program ini, sekolah swasta tetap mendapatkan dukungan operasional, sementara siswa bisa mengenyam pendidikan tanpa pungutan biaya utama.