fin.co.id – Curah hujan yang terus mengguyur wilayah Jabodetabek selama hampir sepekan terakhir menyebabkan peningkatan debit air permukaan hingga berujung pada jebolnya tanggul di sejumlah titik.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh warga Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Salah seorang warga bernama Satibi mengungkapkan bahwa banjir terjadi tepat di sekitar kediamannya akibat tanggul yang tidak mampu menahan derasnya aliran air.
Ia menjelaskan, tanggul di lokasi tersebut belum pernah diperkuat secara permanen dan masih berupa timbunan tanah yang mudah tergerus air.
"Kebetulan tanggulnya masih tanah gembur. Sehingga dia terkikis oleh bocoran-bocoran mati kecil," kata Satibi di Bekasi, Selasa, 20 Januari 2026.
Jebolnya tanggul membuat air sungai melimpas ke badan jalan dan merembes hingga ke permukiman warga Muara Gembong. Hal itu terjadi karena posisi tanggul berada persis di antara sungai, jalan, dan kawasan perkampungan.
"Sekitar hampir 1 meter. Warga pun berupaya penyelamatan barang barang mereka yang terendam," ucap dia.
Satibi menuturkan, bila penanganan tidak segera dilakukan, dampak yang ditimbulkan akan semakin meluas dan merugikan masyarakat setempat. Ia menyebut ribuan hektare tambak serta lahan persawahan terancam mengalami gagal panen akibat genangan air.
"Tambak warga banyak yang ikannya hanyut, udangnya entah ke mana. Sawah juga, padinya sudah mulai kuning tapi habis tersapu air," ungkap Satibi.
Tak hanya merendam lahan pertanian dan tambak, banjir juga melumpuhkan aktivitas warga sehari-hari. Sejumlah akses terputus, sementara banyak titik tanggul lain dinilai rawan jebol jika hujan deras kembali turun.
"Jalurnya terputus, warga lumpuh total. Di Pantai Bakti ini banyak titik rawan yang sewaktu-waktu bisa jebol juga," pungkasnya.
Dimas Rafi/Disway