GEBRAKAN! Indonesia Jadi Episentrum Islam Modern, Al-Azhar Mesir Bakal Kirim 1.000 Tenaga Ahli Bahasa Arab

news.fin.co.id - 23/01/2026, 20:40 WIB

GEBRAKAN! Indonesia Jadi Episentrum Islam Modern, Al-Azhar Mesir Bakal Kirim 1.000 Tenaga Ahli Bahasa Arab

Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) saat ditemui sepulang dari kunjungan kerja ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026 - M Purwadi -

Tentunya, daya saing mereka di tingkat internasional juga akan terdampak positif.

Jumlah tenaga ahli yang akan didatangkan tidak main-main.

Al-Azhar akan mengirimkan ribuan profesional untuk memperkuat pengajaran bahasa Arab di berbagai institusi pendidikan di Indonesia.

"Al-Azhar juga bersedia untuk mengirim dosen-dosen yang diperlukan oleh Indonesia, terutama Bahasa Arab dan juga 200 sampai 1000 tenaga ahli Bahasa Arab Mesir bersedia untuk datang ke Indonesia," ungkap Menag Nasaruddin Umar dengan penuh semangat saat tiba di Tangerang pada Jumat, 23 Januari 2026.

Advertisement

Indonesia Jadi Jantung Inovasi AI di Dunia Islam

Ada satu hal lagi yang patut dibanggakan dari kunjungan kerja gemilang ini.

Indonesia kini tak hanya dikenal sebagai negara Muslim moderat.

Namun, dunia internasional juga menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam pengembangan teknologi masa depan, terutama Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Pengakuan ini datang langsung dari para ulama terkemuka dunia.

Mereka menyadari peran strategis Indonesia dalam menyelaraskan kemajuan sains modern dengan nilai-nilai luhur peradaban Islam.

Dalam diskusi hangat dengan Menteri Wakaf Mesir, Usamah Al-Sayyid Al-Azhari, Menag Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya penguasaan teknologi.

Beliau menekankan bahwa penguasaan teknologi krusial agar Indonesia tidak tertinggal di era modern ini.

"Kita diminta untuk mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi, terutama Artificial Intelligence, supaya itu bisa menjadi kekuatan untuk pengembangan peradaban kebudayaan.

Bukan sebaliknya, justru akan memperlemah posisi peradaban yang substantif itu," jelas Menag Nasaruddin dengan bijak.

Menjadi Episentrum Peradaban Islam Modern: Tantangan Sekaligus Peluang Emas

Advertisement
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID