fin.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa upaya penanggulangan banjir di Ibu Kota tidak dapat diselesaikan secara cepat dan instan. Menurutnya, persoalan banjir yang selama ini menjadi masalah klasik Jakarta membutuhkan proses dan waktu yang panjang.
"Ini tidak bisa dalam jangka pendek bim sala bim selesai. Ini perlu waktu," tegas Pramono saat Konferensi Pers Mitigasi dan Penanganan Banjir di Balai Kota Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.
Untuk langkah penanganan jangka menengah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memfokuskan pada normalisasi sejumlah aliran sungai utama, di antaranya Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.
Pramono menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan penetapan lokasi (penlok) untuk proyek normalisasi Kali Ciliwung. Proyek tersebut akan berdampak pada empat wilayah, yakni Rawajati dan Pengadegan di Jakarta Selatan, serta Cawang dan Cililitan di Jakarta Timur.
Sebanyak 738 bidang tanah di empat lokasi tersebut direncanakan akan dibebaskan dengan skema ganti rugi berupa pembayaran tunai kepada warga terdampak.
Ia mengakui bahwa proses normalisasi sungai tidak terlepas dari potensi gesekan sosial, terutama terkait pembebasan lahan. Meski demikian, Pramono menegaskan kesiapannya mengambil langkah-langkah yang dinilai tidak populer demi kepentingan jangka panjang warga Jakarta.
"Untuk normalisasi Ciliwung kemudian Krukut, Cakung Lama semuanya akan kami lakukan," ujarnya.
Sementara itu, untuk penanganan banjir jangka pendek, Pemprov DKI tetap menjalankan langkah-langkah rutin seperti pengerukan sungai dan waduk, serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Pramono juga memastikan masa pelaksanaan OMC akan diperpanjang hingga 27 Januari 2026 dari sebelumnya berakhir pada 23 Januari. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dalam satu hari Jakarta dapat melaksanakan OMC hingga tiga kali penerbangan.
"Budget-nya kita sediakan sampai dengan 30 hari ke depan sehingga tidak ada hambatan atau handicap terhadap hal itu," pungkas Mas Pram.
Cahyono/Disway