Link dan Syarat Daftar Beasiswa S2 Double Degree Kemenag-Australia Awards 2026

news.fin.co.id - 25/01/2026, 08:00 WIB

Link dan Syarat Daftar Beasiswa S2 Double Degree Kemenag-Australia Awards 2026

Link dan Syarat Daftar Beasiswa S2 Double Degree Kemenag-Australia Awards 2026

fin.co.id - Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa S2 Gelar Ganda atau Double Degree (Split-Site Master Program Cohort-10). Program prestisius ini merupakan buah kerja sama antara Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekjen Kemenag, Australia Awards Indonesia, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Kemitraan strategis ini menawarkan kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk mengenyam pendidikan di dua universitas sekaligus. Para penerima beasiswa nantinya akan menjalani masa studi satu tahun di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya, kemudian melanjutkan satu tahun berikutnya di program Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL) University of Canberra, Australia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pengembangan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dengan skema co-founding. Menurutnya, inisiatif ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat jaringan global akademisi Indonesia.

"Program Beasiswa Master Gelar Ganda merupakan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia," ujar Kamaruddin dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu 24 Januari 2026.

Alumni Bon University tersebut optimistis bahwa kemitraan dengan universitas kelas dunia seperti University of Canberra akan mencetak profesional yang memiliki wawasan global. Ia pun mengajak seluruh keluarga besar Kemenag untuk tidak melewatkan peluang emas ini.

"Beasiswa S2 Double Degree ini sangat strategis untuk mengembangkan karier sekaligus memperkuat institusi pendidikan keagamaan kita di masa depan," tambah Kamaruddin.

Siapa Saja yang Bisa Mendaftar?

Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa program ini menyasar profil peserta yang spesifik di lingkungan Kemenag. Pihaknya membuka pintu lebar-lebar bagi para pendidik, mulai dari guru, ustadz, hingga kyai yang mengabdi di lembaga pendidikan dasar dan menengah keagamaan.

Selain itu, tenaga kependidikan, dosen, alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), hingga pegawai aktif di lingkungan Kemenag juga memiliki hak yang sama untuk melamar.

Ruchman secara khusus mendorong sivitas akademika di bawah naungan Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Pusat Konghucu, serta Ditjen Pendidikan Islam untuk segera menyiapkan diri. Program ini ia proyeksikan sebagai jalur kaderisasi utama bagi guru dan dosen Bahasa Inggris di lingkungan Kemenag.

Syarat Lengkap Beasiswa S2 Double Degree 2026


Agar lolos dalam seleksi administrasi, para pelamar wajib memenuhi sejumlah kriteria ketat yang telah ditetapkan panitia. Berikut adalah poin-poin persyaratan utamanya:

Status Kepegawaian: Tenaga pendidik, kependidikan, atau pegawai di lingkungan Kemenag, serta alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK).

Usia: Maksimal 40 tahun per 31 Desember 2026.

Pendidikan: Lulusan S-1 atau D-4 dari seluruh program studi dengan IPK minimal 3.00 (skala 4.00).

Kemampuan Bahasa Inggris: Skor IELTS minimal 6.0 atau TOEFL ITP minimal 500.

Status Pendidikan: Belum pernah atau tidak sedang menempuh jenjang magister (S-2) lainnya.

Komitmen: Tidak sedang menerima beasiswa lain, tidak sedang mendaftar sebagai ASN (CPNS/PPPK), dan bersedia menandatangani pernyataan integritas.

Dokumen Tambahan: Surat rekomendasi dari instansi atau tokoh masyarakat, personal statement (motivation essay), serta rencana studi (study plan).

Jadwal dan Tahapan Seleksi


Kemenag membuka masa pendaftaran mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026. Pelamar dapat mengirimkan berkas melalui situs resmi di beasiswa.kemenag.go.id.

Setelah tahap pendaftaran ditutup, para pelamar harus melewati serangkaian tes yang kompetitif. Tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi, Tes Bakat Skolastik (TBS), dan sesi wawancara oleh tim internal Kementerian Agama.

Bagi peserta yang lolos tahap awal, mereka akan menghadapi seleksi substansi lanjutan bersama Australia Awards Indonesia. Tahapan ini mencakup tes IELTS resmi dan wawancara khusus untuk menentukan kelayakan kandidat belajar di Negeri Kanguru.

Melalui program ini, pemerintah berharap para lulusan nantinya mampu membawa standar pengajaran Bahasa Inggris kelas dunia ke lembaga-lembaga pendidikan keagamaan di seluruh pelosok Indonesia.(*).

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.