Akses Terputus Banjir, 80 Santri Ponpes di Tigaraksa Tangerang Dievakuasi 

news.fin.co.id - 26/01/2026, 17:38 WIB

Akses Terputus Banjir, 80 Santri Ponpes di Tigaraksa Tangerang Dievakuasi 

Proses evakuasi para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fattah di Kampung Seglog, Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, akibat banjir. (Rikhi Ferdian)

fin.co.id -  Sebanyak 80 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fattah di Kampung Seglok, Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, terpaksa dievakuasi. Langkah darurat ini diambil setelah banjir merendam akses utama pondok pesantren dan memutus aktivitas pendidikan di sana.

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 12.30 WIB ketika ketinggian air mulai mengancam keselamatan para santri. Dengan menggunakan dua unit perahu kano, petugas gabungan memindahkan para santri secara bertahap menuju lokasi pengungsian yang lebih aman.

Kapolsek Tigaraksa AKP I Made Artana menuturkan, evakuasi ini merupakan respons cepat untuk memastikan keselamatan warga yang terjebak di titik rawan.

"Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami. Sesuai arahan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, kami bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap para santri agar mereka mendapatkan tempat berlindung yang lebih layak dan aman," ujar Made di lokasi banjir, dikutip Senin, 26 Januari 2026.

Advertisement

Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi erat antara Polsek Tigaraksa, Forkopimcam, dan BPBD Kabupaten Tangerang. Sejumlah relawan dari PMI, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), hingga Karang Taruna turut bahu-membahu dalam proses yang berlangsung di tengah genangan air yang cukup tinggi tersebut.

Meski medan terdampak banjir cukup sulit, Camat Tigaraksa Cucu Abdurrosyied memastikan proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Hingga saat ini, petugas masih bersiaga di lokasi guna mengantisipasi adanya kenaikan debit air. Mengingat curah hujan di wilayah Kabupaten Tangerang yang masih fluktuatif, potensi banjir susulan tetap menjadi perhatian serius.

"Kami terus berkoordinasi lintas sektor dan memantau situasi terkini. Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan, untuk tetap waspada dan segera melapor jika kondisi darurat terjadi," tambah Made.

Masyarakat dapat melaporkan kondisi darurat atau membutuhkan bantuan evakuasi melalui layanan kedaruratan di wilayah masing-masing atau melalui kanal resmi BPBD Kabupaten Tangerang.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.