Selain itu, cuaca berawan juga berpotensi terjadi di Pontianak, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, serta Sorong. Meski relatif lebih aman, masyarakat tetap diimbau untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala.
Dampak Eks Siklon Tropis Luana Masih Terasa
Tak hanya hujan, faktor angin kencang juga masih menjadi perhatian BMKG. Pada Senin (26/1), BMKG melaporkan bahwa fenomena angin kencang dengan kecepatan maksimal mencapai 37 kilometer per jam masih dirasakan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, Ari Wibianto, menjelaskan bahwa kondisi ini masih berkaitan dengan pengaruh eks Siklon Tropis Luana. Meski siklon tersebut telah melemah, dampaknya belum sepenuhnya hilang.
Selain itu, BMKG juga mengidentifikasi adanya gangguan siklonik di lapisan angin atas akibat munculnya pusat tekanan rendah baru di wilayah Australia bagian timur. Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sekuat dampak bibit Siklon Tropis 97S sebelumnya.
Waspada Jadi Kunci Hadapi Dinamika Cuaca
Dengan kombinasi hujan lebat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Memantau informasi cuaca terkini dan menyesuaikan aktivitas harian menjadi langkah penting guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem. (ANTARA)