Agar personal statement memiliki kekuatan substansi, terdapat beberapa unsur penting yang perlu diperhatikan.
Mengacu pada panduan British Council Foundation, personal statement yang baik setidaknya memuat:
-
Ditulis dengan bahasa yang jelas, runtut, dan mudah dipahami
-
Menjelaskan tujuan hidup yang relevan dengan latar belakang pendidikan
-
Menguraikan alasan memilih bidang studi dan kampus tujuan
-
Menjelaskan potensi kontribusi nyata bagi Indonesia
-
Menyampaikan value atau nilai yang dapat diberikan kepada institusi pendidikan
Untuk studi luar negeri, personal statement juga sebaiknya menjelaskan alasan memilih negara dan universitas tujuan, serta bagaimana pengalaman studi tersebut akan membantu mencapai tujuan akademik dan profesional.
Sebelum mulai menulis, pendaftar perlu memahami struktur isi agar personal statement tersusun rapi dan tidak melebar ke mana-mana.
1. Perkenalan Diri
Bagian awal berisi pengenalan singkat, meliputi latar belakang pendidikan, bidang studi yang dituju, universitas, dan negara tujuan studi.
2. Pengalaman Pendukung
Pendaftar dapat menjabarkan pengalaman akademik, profesional, organisasi, atau kegiatan sosial yang relevan. Pengalaman riset, kerja, maupun pengabdian masyarakat menjadi nilai tambah jika dikaitkan dengan rencana studi.
3. Alasan Memilih LPDP dan Program Studi
Bagian ini menjelaskan mengapa Beasiswa LPDP dibutuhkan dan bagaimana studi lanjutan akan membantu mencapai tujuan karier serta kontribusi nasional.
4. Rencana Kontribusi
Pendaftar perlu menegaskan rencana pascastudi dan bentuk pengabdian yang akan dilakukan untuk Indonesia.
Seluruh isi sebaiknya disampaikan dengan bahasa sederhana dan jujur, sebagaimana banyak ditunjukkan dalam contoh personal statement Beasiswa LPDP 2026 yang dijadikan referensi.