Kesehatan . 27/01/2026, 07:30 WIB

Mengenal Virus Nipah yang Heboh di India: Penyakit Mematikan yang Tidak Ada Vaksin, Begini Gejalanya

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id -  Pemerintah India bergerak cepat merespons merebaknya kasus virus Nipah di wilayah timur negara itu. Di negara bagian Bengal Barat, sedikitnya lima kasus telah dikonfirmasi, termasuk infeksi yang dialami tenaga medis seperti dokter dan perawat.

Situasi ini mendorong otoritas kesehatan setempat meningkatkan kewaspadaan, terutama di sekitar Kolkata dan wilayah sekitarnya.

Laporan media lokal menyebutkan, hampir 100 orang telah diminta menjalani karantina mandiri di rumah sebagai langkah pencegahan. Sementara itu, pasien yang terkonfirmasi positif dirawat di sejumlah rumah sakit.

Dari total kasus yang ada, satu pasien dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah dikenal sebagai penyakit mematikan yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun obat khusus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan Nipah sebagai patogen berisiko tinggi.

Para ahli menjelaskan, infeksi pada manusia tergolong jarang dan umumnya terjadi ketika virus berpindah dari hewan ke manusia, terutama dari kelelawar melalui buah atau makanan yang terkontaminasi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat, masa inkubasi virus Nipah umumnya berlangsung antara empat hingga 21 hari.

Meski demikian, dalam kasus tertentu pernah ditemukan jeda yang lebih panjang antara paparan virus dan munculnya gejala, meskipun hal tersebut tergolong langka.

Gejala awal infeksi biasanya menyerupai penyakit flu yang datang secara tiba-tiba. Penderita dapat mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, serta rasa lelah berlebihan. Pada sebagian kasus, gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, hingga pneumonia juga dapat muncul, dengan tingkat keparahan yang bervariasi pada setiap pasien.

Komplikasi paling serius dari infeksi Nipah adalah peradangan otak atau ensefalitis. Kondisi ini dapat memicu gangguan neurologis, seperti kebingungan, penurunan kesadaran, kejang, hingga koma.

Gejala tersebut biasanya berkembang beberapa hari atau bahkan beberapa minggu setelah keluhan awal muncul. Dalam beberapa kasus, pasien juga dilaporkan mengalami meningitis.

Tingkat kematian akibat virus Nipah terbilang tinggi. Berdasarkan berbagai laporan wabah sebelumnya, angka fatalitas berkisar antara 40 hingga 75 persen, tergantung pada jenis virus dan kondisi wabah.

Otoritas kesehatan Inggris juga mencatat, sebagian penyintas dapat mengalami dampak neurologis jangka panjang, termasuk kejang berkepanjangan atau perubahan kepribadian.

Dalam situasi yang sangat jarang, peradangan otak akibat Nipah bahkan dilaporkan dapat kambuh berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah infeksi awal, baik karena kekambuhan penyakit maupun reaktivasi virus di dalam tubuh.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com