Kesehatan . 27/01/2026, 07:30 WIB

Mengenal Virus Nipah yang Heboh di India: Penyakit Mematikan yang Tidak Ada Vaksin, Begini Gejalanya

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

WHO menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia.

Kelelawar buah dari genus Pteropus dikenal sebagai pembawa alami virus ini. Manusia dapat terinfeksi melalui kontak langsung dengan hewan yang terpapar, mengonsumsi makanan yang terkontaminasi air liur, urin, atau feses kelelawar, maupun melalui kontak erat dengan cairan tubuh penderita.

Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada 1999 setelah terjadi wabah ensefalitis dan gangguan pernapasan di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura.

Sejak saat itu, wabah berulang tercatat di kawasan Asia Selatan, termasuk di beberapa wilayah India dan Bangladesh.

Di India bagian selatan, negara bagian Kerala melaporkan wabah pertama pada 2018, disusul kasus-kasus sporadis pada tahun-tahun berikutnya.

Di luar Asia Selatan, infeksi serupa juga pernah dilaporkan di Filipina. Sejumlah penelitian menunjukkan, antibodi virus Nipah telah ditemukan pada berbagai spesies kelelawar di Asia dan sebagian Afrika.

Meski demikian, wabah pada manusia hingga kini sebagian besar masih terbatas di kawasan Asia Selatan dan Tenggara, terutama di wilayah pedesaan atau semi-perdesaan.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan khusus yang terbukti efektif untuk infeksi virus Nipah. Penanganan pasien masih bersifat suportif, dengan fokus pada pengelolaan gejala dan komplikasi yang muncul.

Karena itu, WHO memasukkan virus Nipah ke dalam daftar patogen prioritas yang membutuhkan penelitian dan pengembangan mendesak.

Dalam kondisi tanpa vaksin, pencegahan menjadi kunci utama. Otoritas kesehatan menyarankan masyarakat menghindari konsumsi buah atau minuman yang berpotensi terkontaminasi kelelawar, seperti getah kurma mentah. Buah yang menunjukkan tanda-tanda gigitan kelelawar dianjurkan untuk dibuang. Selain itu,

penggunaan alat pelindung saat menangani hewan sakit serta menjaga kebersihan tangan dinilai penting untuk mencegah penularan antar manusia.

Virus Nipah juga pernah menjadi inspirasi dalam budaya populer. Film Contagion yang dirilis pada 2011 disebut terinspirasi oleh virus nyata seperti Nipah, yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi, potensi wabah luas, dan ketiadaan vaksin.

Gambaran tersebut digunakan untuk menunjukkan bagaimana virus zoonosis dapat memicu krisis kesehatan global. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com