Noel Ebenezer Koar-koar Sindir KPK: Operasi Tipu-Tipu Para Konten Kreator

news.fin.co.id - 27/01/2026, 06:54 WIB

Noel Ebenezer Koar-koar Sindir KPK: Operasi Tipu-Tipu Para Konten Kreator

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel. Foto: Ayu Novita

fin.co.id -  Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel melontarkan sindiran pedas kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Noel menyoroti cara kerja penyidik hingga operasi tangkap tangan (OTT) yang menurutnya lebih mirip “Operasi Tipu-Tipu” daripada penegakan hukum.

Pernyataan itu disampaikan terdakwa kasus dugaan pemerasan penerbitan dan perpanjangan sertifikasi serta lisensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan, sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin 26 Januari 2026.

“Operasi tipu-tipu. Operasi Tipu-Tipu yang dilakukan oleh para konten kreator yang ada di Gedung Merah Putih (kantor KPK),” ujar Noel kepada awak media.

Advertisement

Sindiran tersebut dilontarkan Noel karena merasa diperlakukan tidak adil. Menurutnya, saat KPK mengumumkan bahwa dia terjaring OTT, kenyataannya dia datang ke kantor Kemnaker atas permintaan penyidik KPK sendiri.

Namun alih-alih hanya diklarifikasi, ia justru langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Mereka bilang, 'Pak, datang, ke kantor.' 'Mau ngapain?' saya bilang. 'Ada klarifikasi, mau dikonfrontir.' Pas saya datang, paginya saya di-TSK-in (tersangka),” cerita Noel.

Tak hanya itu, Noel juga menyoroti tudingan terkait kendaraan miliknya. Saat diminta memberi keterangan soal mobil yang dimilikinya, ia menurut. Namun keesokan harinya, mobil-mobil tersebut malah diklaim sebagai hasil pemerasan.

"Pak, mobil-mobil Bapak mana semuanya?" Saya kasih mobil saya. Besoknya saya di-framing 32 mobil hasil pemerasan,” ungkapnya.

Noel menambahkan, perlakuan yang ia terima dari KPK membuatnya merasa digiring. Pernah suatu kali ia diminta untuk kooperatif, tetapi justru dijadikan bahan tudingan pemerasan senilai ratusan miliar.

"Pak, kooperatif saja, Pak. Nanti ini... bla bla bla-nya." Besoknya, saya di-framing Rp201 miliar hasil pemerasan Imanuel. Makanya kita mau lihat, pengusaha mana yang saya peras?” tegasnya.

Lebih jauh, Noel menilai KPK telah terlalu politis dan bermain-main dengan hukum, hingga mempertanyakan legitimasi lembaga antirasuah itu.

“Makanya saya, pertanyaan saya, KPK ini lembaga hukum atau konten kreator?” imbuhnya.

Advertisement

Respon KPK:

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca