Fin.co.id - Gelombang laporan warga negara Indonesia (WNI) ke KBRI Phnom Penh terus meningkat. Hingga akhir Januari 2026, tercatat 2.493 WNI mendatangi langsung perwakilan RI di Kamboja setelah keluar dari jaringan sindikat penipuan daring (online scam).
Angka tersebut mencerminkan situasi genting yang tengah dihadapi ribuan WNI. Sekaligus menjadi sinyal operasi penertiban besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Kamboja mulai membuka jalan bagi para korban untuk kembali ke Tanah Air.
“Kami berupaya memastikan setiap WNI mendapatkan perlindungan dan solusi kepulangan yang aman,” demikian pernyataan resmi KBRI Phnom Penh pada Selasa, 27 Januari 2026.
Sejak pertengahan Januari 2026, KBRI Phnom Penh melakukan langkah-langkah penanganan secara intensif. Proses tersebut mencakup:
- pendataan identitas WNI,
- asesmen kasus individual,
- hingga penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi mereka yang kehilangan atau tidak memiliki dokumen perjalanan.
Bagi WNI yang masih menyimpan paspor dan tidak menghadapi kendala keimigrasian, kepulangan ke Indonesia telah dilakukan secara mandiri.
Sementara itu, WNI lain yang memerlukan fasilitasi dokumen dan keringanan denda keimigrasian diproses secara bertahap.
Pemulangan Bertahap Dimulai Akhir Januari
KBRI memastikan proses pemulangan tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap menyesuaikan kesiapan administrasi dan tiket penerbangan.
Salah satu gelombang awal mencatat 46 WNI dijadwalkan pulang ke Indonesia pada 30 Januari 2026.
Sebagian WNI yang telah menerima SPLP dilaporkan sudah membeli tiket pesawat secara mandiri. Sementara sisanya masih menunggu penyelesaian dokumen.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses, Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menggelar pertemuan khusus dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja sekaligus Kepala Kepolisian Phnom Penh, Letnan Jenderal Chuon Narin.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kamboja, termasuk:
- penyediaan tempat penampungan sementara,
- peningkatan pengamanan di sekitar KBRI,
- serta perlindungan bagi WNI pasca keluar dari pusat-pusat penipuan daring.
Seiring membludaknya jumlah WNI di lokasi penampungan, Kepolisian Phnom Penh menyoroti potensi risiko penyakit menular. Aparat setempat pun berjanji akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah pencegahan.