Nasional . 28/01/2026, 11:12 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Indonesia kembali dihadapkan pada ancaman serius bencana alam setelah meningkatnya aktivitas gempa bumi sepanjang Januari 2026. Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa kini terdapat 14 zona megathrust berstatus merah di Indonesia yang menandakan potensi gempa bumi sangat besar dan bisa memicu tsunami.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa Indonesia, sebagai negara yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi berkekuatan besar.
Zona megathrust adalah area pertemuan lempeng tektonik raksasa yang mampu menyimpan energi dalam jumlah sangat besar. Jika energi tersebut dilepaskan secara tiba-tiba, dampaknya bisa berupa:
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8 hingga di atas 9, Tsunami besar dengan jangkauan luas, dan Kerusakan masif di wilayah pesisir.
Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, jumlah zona megathrust berstatus merah meningkat dari 13 menjadi 14 zona, menandakan eskalasi ancaman di beberapa wilayah strategis.
Gempa Januari 2026 Jadi Sinyal Peringatan
Rangkaian gempa yang terjadi pada awal 2026 semakin memperkuat kewaspadaan nasional. Salah satu yang menjadi sorotan adalah gempa Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa, 27 Januari 2026, dengan magnitudo M5,5–M5,7.
Gempa tersebut terasa hingga Solo, Yogyakarta, dan Bali.
Meski tidak berpotensi tsunami, kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa dinamika lempeng tektonik di bawah Indonesia masih sangat aktif.
Data BPBD mencatat puluhan gempa kecil hingga menengah terjadi di wilayah Pacitan sepanjang Januari 2026, termasuk gempa M4,6 di Gunungkidul pada 25 Januari 2026. Aktivitas ini menunjukkan adanya tekanan energi yang terus terakumulasi.
Berikut 14 zona megathrust Indonesia beserta potensi magnitudo maksimumnya menurut Peta Bahaya Gempa 2024:
Batu – M7,8
Menurut Iswandi Imran, anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Guru Besar ITB, kontur bahaya pada peta 2024 terlihat lebih rapat dibandingkan peta 2017, yang mengindikasikan peningkatan risiko gempa di sejumlah wilayah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media