Nama es gabus bukan berasal dari bahan spons atau busa. Sebutan tersebut muncul karena teksturnya yang berpori. Mudah hancur. Menyerupai gabus saat ditekan.
Tekstur khas ini berasal dari tepung hunkwe (tepung kacang hijau) yang dimasak dan dibekukan. Saat membeku, hunkwe membentuk rongga udara alami yang menciptakan sensasi lembut dan ringan.
Dengan kata lain, tekstur tersebut sepenuhnya alami. Bukan hasil campuran benda asing. Selain aman, es gabus juga dikenal sebagai jajanan ekonomis.
Mudah membuatnya. Bahan-bahannya pun sederhana. Terjangkau dan bisa ditemukan di pasar tradisional.
Berikut Resep Es Gabus Jadul yang Aman & Menyegarkan
Bahan Utama
- 1 bungkus tepung hunkwe (±90–100 gram)
- 750 ml santan (bisa diganti susu cair)
- 200 gram gula pasir
- Sejumput garam
- Pewarna makanan sesuai selera
Cara Membuat
- Campurkan tepung hunkwe, gula, garam, dan santan dalam wadah besar. Aduk hingga larut tanpa gumpalan.
- Bagi adonan ke beberapa wadah dan beri pewarna berbeda untuk efek warna-warni.
- Masak adonan pertama di atas api kecil sambil diaduk hingga mengental dan meletup.
- Tuang ke loyang berlapis plastik dan ratakan.
- Ulangi proses untuk warna berikutnya secara berlapis.
- Diamkan hingga suhu ruang dan adonan mengeras.
- Potong-potong, bungkus plastik, lalu bekukan di freezer minimal 5–8 jam.
- Selesai. Es gabus jadul siap dikonsumsi.
Kasus ini menjadi pengingat penilaian terhadap pangan harus berbasis ilmu pengetahuan. Bukan asumsi visual. Jajanan tradisional yang telah dikonsumsi lintas generasi ini justru menyimpan nilai budaya dan nilai ekonomi besar.
Perlindungan terhadap pedagang kecil dan edukasi publik soal keamanan pangan menjadi penting agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.