Ekonomi . 29/01/2026, 18:21 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Beliau menekankan bahwa kinerja para emiten atau perusahaan yang terdaftar di Indonesia sebenarnya tidak memiliki masalah fundamental secara bisnis.
Masalah yang terjadi saat ini murni berkaitan dengan kepercayaan investor terhadap mekanisme dan aturan main yang berlaku di bursa.
Ini bukan disebabkan oleh memburuknya kinerja keuangan perusahaan.
"Fundamental-fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik," ujar Rosan.
Beliau menambahkan, "Tetapi, kita ketahui MSCI adalah acuan dari para investor dunia pada saat dia berinvestasi di negara-negara.
Nah, itu tentunya kita harus segera tindak lanjuti mengenai masukan dari MSCI."
Pernyataan ini mengindikasikan satu hal penting: investor pada dasarnya masih memiliki kepercayaan terhadap potensi keuntungan dari perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia.
Namun, mereka mulai menunjukkan keraguan terhadap sistem pelaporan dan tingkat keterbukaan informasi di pasar modal kita.
Sejak pembukaan perdagangan di level 8.027,82, IHSG terus meluncur tanpa kendali.
Tekanan jual yang begitu masif terus membayangi pergerakan harga saham.
Hingga pukul 09.26 WIB, volume perdagangan di BEI telah menembus angka fantastis, yaitu 13,07 miliar saham.
Nilai transaksi yang terjadi pun tidak kalah mengerikan, mencapai Rp10,98 triliun.
Selain itu, frekuensi transaksi yang mencapai 863.333 kali menunjukkan betapa tingginya volatilitas yang sedang melanda pasar hari ini.
Kombinasi antara sentimen negatif dari pasar global dan isu domestik mengenai transparansi benar-benar membebani pergerakan harga saham secara keseluruhan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media