Pramono Kembali Tutup Sementara Operasional RDF Rorotan

news.fin.co.id - 30/01/2026, 13:44 WIB

Pramono Kembali Tutup Sementara Operasional RDF Rorotan

Operator eskavator memindahkan sampah ke mesin pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/Spt

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung kembali menutup sementara operasional fasilitas pengolahan sampah Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Penutupan sementara tersebut imbas adanya protes dari warga sekitar yang bermukim di kompleks perumahan Jakarta Garden City (JGC).

Warga JGC mengeluhkan bau menyengat sampai kepermukimannya hingga menimbulkan penyakit pernafasan pada anak-anak.

Saat Pramono meresmikan Taman Kelinci Roci di Rorotan, seorang warga JGC bernama Nadine mengeluhkan bau tak sedap dari RDF tercium hingga rumahnya.

Nadine pun meminta Pramono untuk menutup permanen operasional RDF Rorotan demi kesehatan warga sekitar.

Advertisement

"Kita minta RDF itu ditutup Pak," kata Nadine dengan nada suara bergetar.

Menanggapi hal itu, Pramono mengaku tidak bisa menutup secara permanen operasional RDF.

Pasalnya kata Pramono jika RDF Rorotan ditutup permanen, akan menimbulkan persoalan yang cukup rumit.

"Jadi RDF ini terus terang kan dibangun bukan di era saya. Biayanya cukup tinggi. Kalau kemudian saya tutup, ini problemnya lebih rumit lagi, enggak mungkin," ujar Pramono menjawab permintaan warga.

Pramono pun memutuskan untuk menutup sementara operasional RDF untuk kesekian kalinya sampai persoalan bau teratasi.

Kata Pramono persoalan utama RDF ialah ada pada sistem pengangkutan sampah.

Kata dia, proses pengangkutan sampah di RDF Rorotan masih menggunakan truk yang tidak berstandar.

Sehingga air lindi sampah berceceran di jalanan permukinam hingga meninggalkan bau tak sedap.

"Masalahnya adalah transportasi dan untuk itu saya sudah minta untuk dilakukan perbaikan," ucapnya.

Advertisement

Pramono pun akan mengganti seluruh truk sampah dengan jenis compactor untuk mengatasi perosalan bau tersebut.

"Yang lama saya tidak izinkan untuk digunakan," pungkasnya. (Cahyono)

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID